Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior-beritasampit.com)
Dirut Bank Kalteng Maslipansyah: “Strategi yang kami jalankan berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi potensi daerah, dan percepatan transformasi digital”.
Dari sebuah strategi itulah, pengamatan penulis kini perkembangan Bank Kalteng di 14 Kabupaten 1 Kota se-Provinsi Kalteng semakin melejit, dan sudah saatnya tahun 2026 kita sama-sama mendukung Bank Kaleng dengan bersaing sehat harus siap menjadi “Tuan Rumah Usaha Perbankan” di Bumi Isen Mulang, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Bank Kalteng sebagai bank milik daerah, yang sudah berusia sekitar 65 tahun (Didirikan 28 Oktober 1961) di bandingkan dengan usaha perbankan lainnya, tentunya Bank Kalteng paling paham tentang karakter khususnya masyarakat Dayak dan pada umumnya masyarakat lainnya yang penuh dinamika ekonomi lokal, dari mulai UMKM Rotan, UMKM Kuliner, Petani, Perikanan yang semua itu pendekatannya dengan masyarakat Isen Mulang adalah konsepnya “Sehati“.
Maka Bank Kalteng pengamatan penulis, sudah saatnya jadi Tuan Rumah Usaha Perbankan di Bumi Isen Mulang, karena telah punya keunggulan lokal yang tidak dimiliki usaha perbankan lainnya di Kalteng. Bahkan belum lama ini, Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun telah resmi menjadi “Motor Digitalisasi dan Pelopor Transaksi Keuangan Tunai”, yang dilaunching oleh Bupati Kobar Hj. Nurhidayah .
Alasan lainnya Bank Kalteng harus menjadi tuan rumah dirumahnya sendiri, tentunya APBD Provinsi dan APBD 14 kab/kota di Kalteng yang tiap tahun jumlahnya puluhan triliun, kalau keluar masuknya atau muternya melalui Bank Kalteng, tentu bunga dan jasanya akan menambah PAD, dalam artian uangnya tidak akan mengalir lagi ke pusat. Intinya, uang daerah untuk membangun daerah.
Menurut UU No. 13/1962, jelas BPD lahir buat dorong pembangunan ekonomi daerah. Artinya Bank Kalteng gak cuma cari profit, tapi wajib membantu diberbagai sektor pembangunan yang biayanya kurang.
Pengamatan penulis, kalau usaha perbankan dikuasai bank lain dari luar terkadang keputusan pengajuan kredit yang cukup besar sering menunggu persetujuan kantor pusat di Jakarta. Sementara keperluan pencairan kredit sangat mendesak.
Dan yang paling utama, seperti telah disampaikan Dirut Bank Kalteng Maslipansyah, Bank Kalteng sekarang ini telah memberikan pelayanan yangh cepat, dengan digitalisasi, dan akurat serta ramah, bunga kredit sudah kompetitif (bersaing sehat), transpara dan bebas dengan kepentingan politik.
“Salah satu kebijakan yang dipegang perusahaan adalah berupaya untuk terus memastikan peran strategis bank dijalankan. Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalteng memiliki mandat strategis untuk turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Dan Bank Kalteng tentunya tidak hanya berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, bank juga berperan sebagai mitra pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,“ ucap Maslipansyah.(*)












