Wisnus Tembus 1,2 Juta, Hunian Hotel Kalteng Baru 37,28 Persen

IST/BERITASAMPIT - ilustrasi.

– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi (Kalteng) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Maret 2026 mencapai lebih dari 1,2 juta perjalanan.

Data tersebut disampaikan Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, M. Taufiqurrahman, saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS Kalteng, , Senin, 4 Mei 2026.

“Sektor pariwisata menunjukkan pemulihan yang kuat. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Maret 2026 mencapai lebih dari 1,2 juta perjalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang juga mengalami peningkatan.

“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang tercatat sebesar 37,28 persen, dengan dominasi wisatawan domestik,” katanya.

Selain pariwisata, BPS juga mencatat kinerja positif pada sektor perdagangan luar negeri. Nilai ekspor Kalteng pada Maret 2026 mencapai US$373,46 juta.

“Kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan hasil yang menggembirakan. Nilai ekspor Kalteng pada Maret 2026 mencapai US$373,46 juta, meningkat signifikan baik secara bulanan maupun tahunan,” ujarnya.

“Secara kumulatif, ekspor Januari-Maret 2026 mencapai US$931,49 juta, dengan komoditas utama batu bara dan minyak kelapa sawit. Neraca perdagangan tetap mencatatkan surplus,” lanjutnya.

Sementara itu, sektor transportasi juga mengalami peningkatan aktivitas, khususnya pada angkutan udara.

“Pada angkutan udara, total penumpang mencapai 143.947 orang dengan frekuensi penerbangan sebanyak 1.670 penerbangan. Aktivitas transportasi laut juga tercatat stabil dengan 820 kunjungan kapal,” jelasnya.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalteng pada April 2026 tercatat sebesar 139,43 atau naik 1,22 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Kenaikan ini mencerminkan membaiknya daya beli petani, didorong oleh komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan gabah,” katanya.

BPS juga mencatat inflasi Kalteng pada April 2026 sebesar 0,41 persen secara bulanan dan 3,66 persen secara tahunan.

“Inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas seperti beras dan angkutan udara menjadi penyumbang utama,” ujarnya.

Secara umum, kondisi ekonomi Kalteng pada awal 2026 dinilai tetap stabil dengan dukungan sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisata.

“Secara umum, kondisi ekonomi Kalteng pada awal tahun 2026 menunjukkan stabilitas yang terjaga dengan dorongan pertumbuhan dari sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisata,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Disdik Ingatkan Generasi Muda Hindari Hoaks hingga Perundungan di Era Digital
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!