DPRD Dorong Pemerintah Daerah Perkuat Ketahanan Pangan

IST/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kota , Khemal Nasery.

– Anggota DPRD Kota Khemal Nasery menyoroti tingginya ketergantungan pasokan bahan pokok dari luar daerah yang dinilai rawan memicu gejolak harga. Sebagian besar kebutuhan pangan seperti beras, sayur, dan gula masih didatangkan dari luar daerah, mulai dari Banjarmasin, Sampit hingga Pulau Jawa.

“Ketergantungan ini cukup tinggi dan rentan. Ketika distribusi terganggu, maka harga pangan bisa langsung bergejolak,” ucapnya, Senin 4 Mei 2026.

Gangguan distribusi kerap dipicu berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, infrastruktur transportasi, hingga bencana banjir yang menghambat jalur pengiriman.

“Selain itu, antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) juga turut berdampak terhadap distribusi. Meski harga BBM tidak naik, keterlambatan akibat antrean meningkatkan biaya operasional angkutan,” tambahnya.

Hal ini juga berpengaruh terhadap harga di pasaran karena biaya distribusi ikut naik, tingkat ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah saat ini mencapai sekitar 80 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Karena itu, mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama dengan meningkatkan produksi lokal,” lanjutnya.

Minimal 40 persen kebutuhan pokok bisa dipenuhi dari dalam daerah. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan.

“Penguatan produksi pangan lokal menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi lahan, dukungan kepada petani, serta inovasi di sektor pertanian,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  DPRD Palangka Raya Dorong Optimalisasi PAD di Tengah Penurunan Dana Transfer
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!