SAMPIT – Kondisi jembatan penghubung antara Kecamatan Cempaga dan Seranau di Kabupaten Kotawaringin Timur, tepatnya di Desa Batuah, kian memprihatinkan. Infrastruktur vital yang menjadi akses utama masyarakat itu hingga kini belum tersentuh pembangunan permanen.
Jembatan tersebut hanya terbuat dari potongan kayu sederhana yang disusun seadanya. Selain tampak rapuh, kondisi jembatan juga dinilai membahayakan bagi warga yang melintas setiap hari.
Akses ini sangat penting bagi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pelajar yang hendak pergi ke sekolah, tenaga kesehatan yang menjalankan tugas pelayanan, hingga para pedagang sayur dan pekebun yang membawa hasil kebun mereka ke pasar.
“Kalau musim hujan, jembatan ini makin licin dan rawan. Kami sering khawatir saat anak-anak berangkat sekolah,” ujar salah seorang warga bernama Risda.
Menurut warga, kondisi jembatan tersebut sudah lama tidak mendapatkan perhatian serius. Meski menjadi jalur penghubung antar kecamatan, hingga kini belum ada upaya perbaikan maupun pembangunan jembatan permanen dari pihak terkait.
Akibatnya, mobilitas warga menjadi terganggu. Tidak sedikit warga yang harus ekstra hati-hati saat melintas, bahkan terkadang memilih menunda aktivitas karena kondisi jembatan yang tidak memungkinkan untuk dilewati.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki atau membangun jembatan permanen yang layak. Mereka menilai, keberadaan jembatan yang aman dan memadai sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
“Ini akses utama kami. Harapannya bisa segera dibangun jembatan yang lebih kuat dan aman,” harap warga lainnya.
(Jimmy)












