Harga Plastik Melonjak, Pedagang Pasar Patanak Resah Pendapatan Menurun

DENNY/BERITASAMPIT - Ilustrasi kenaikan harga plastik di Pasar Patanak .

– Kenaikan harga bahan baku plastik mulai dikeluhkan para pedagang di Pasar Patanak Kabupaten . Lonjakan harga gelas cup, plastik bungkus es hingga sedotan dinilai berdampak langsung terhadap biaya usaha dan memicu kenaikan harga makanan maupun minuman di tingkat konsumen.

Sejumlah pedagang mengaku kondisi tersebut mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir karena harga perlengkapan berbahan plastik mengalami kenaikan cukup tinggi, bahkan mencapai hampir 50 persen dari harga sebelumnya, Rabu 6 Mei 2026.

Ati, salah satu pedagang plastik di Pasar Patanak , mengatakan kenaikan terjadi pada berbagai jenis kebutuhan usaha seperti gelas cup plastik, plastik bungkus es, sedotan, hingga kantong plastik. Menurutnya, harga yang sebelumnya berkisar Rp7 ribu kini naik menjadi sekitar Rp12 ribu per kemasan tergantung jenis barang.

“Sekarang banyak pelanggan mengeluh karena harga plastik terus naik. Pedagang minuman paling terasa dampaknya karena kebutuhan cup dan plastik mereka setiap hari cukup banyak,” ujar Ati.

Dampak kenaikan harga tersebut juga mulai dirasakan masyarakat. Seorang warga , Rina, mengaku harga berbagai minuman kekinian dan makanan di sejumlah warung maupun gerai UMKM kini ikut mengalami kenaikan. Minuman es teh yang sebelumnya dijual Rp5 ribu kini naik menjadi Rp6 ribu, sementara green tea, kopi, hingga thai tea yang biasanya Rp10 ribu kini dijual sekitar Rp12 ribu sampai Rp15 ribu.

“Kalau makanan juga ada yang naik Rp2 ribu sampai Rp3 ribu. Kami paham pedagang juga kesulitan, tapi sebagai pembeli tentu terasa karena hampir semua kebutuhan sekarang naik,” keluhnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Yuntrisia SP., M.Si. mengatakan kenaikan harga plastik memang terjadi secara luas dan dipengaruhi kondisi distribusi serta harga bahan baku di tingkat maupun global. Menurutnya, situasi tersebut berdampak terhadap pelaku UMKM yang masih bergantung pada kemasan plastik sekali pakai.

baca juga ...  Pulang Pisau Perkuat Ketahanan Pangan Nasional melalui Penanaman Padi Perdana di Desa Tahai Baru

Yuntrisia menambahkan pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan harga di pasaran serta mendorong pelaku usaha untuk mulai melakukan efisiensi penggunaan bahan pendukung usaha. Selain itu, masyarakat juga diimbau mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memanfaatkan kemasan yang lebih ramah lingkungan agar biaya usaha dapat ditekan di tengah kenaikan harga bahan baku saat ini. (denny)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!