MPLS Lima Hari, SMPN 3 Sampit Gunakan Asesmen Kementerian untuk Petakan Potensi Siswa Baru

NARDI/BERITASAMPIT - SMPN 3 Sampit menerima kunjungan Wabup Kotim Irawati saat kegiatan MPLS.

SAMPIT – SMP Negeri 3 Sampit menyambut baik kunjungan Wakil Bupati (Kotim) Irawati dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin 13 Juli 2026.

Kehadiran orang nomor dua di Kotim itu dinilai menjadi motivasi dan semangat bagi peserta didik baru yang memulai pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama.

Pesan-pesan yang disampaikan wabup mengenai pentingnya karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar menjadi bekal bagi peserta didik dalam menjalani masa pendidikan di SMP.

Kepala SMP Negeri 3 Sampit, Siti Hadijah, menyampaikan sekolah menerapkan sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Selain berlangsung selama lima hari, sekolah juga menggunakan asesmen dari Kementerian Pendidikan untuk memetakan kompetensi peserta didik baru sejak hari pertama.

“Selama lima hari MPLS ini setiap hari anak-anak mengisi asesmen yang link-nya langsung ke kementerian. Tujuannya untuk memetakan kompetensi peserta didik baru sehingga kami di sekolah terbantu mengetahui potensi mereka,” kata Hadijah.

Ia menjelaskan, hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar sekolah dalam mengarahkan pengembangan minat dan bakat siswa, termasuk menentukan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Jadi kami bisa mengetahui kompetensi anak, hobinya apa, sehingga nanti lebih mudah mengarahkan mereka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang tepat,” ujarnya.

Selain asesmen, pelaksanaan MPLS tahun ini juga diawali dengan sosialisasi kepada orang tua siswa yang digelar sebelum pembukaan kegiatan. Menurut Siti, dukungan orang tua menjadi bagian penting agar proses adaptasi siswa di lingkungan sekolah berjalan dengan baik.

“Tahun ini kami juga mengadakan satu hari khusus untuk sosialisasi MPLS kepada orang tua yaitu Sabtu kemarin. Alhamdulillah mereka mendukung penuh kegiatan MPLS sehingga pelaksanaannya berjalan lancar,” ucapnya.

Selama lima hari, peserta didik baru tidak hanya diperkenalkan dengan program sekolah, tetapi juga mengikuti tur lingkungan sekolah. Mereka diajak mengenal ruang kelas, perpustakaan, laboratorium komputer, ruang administrasi hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya dengan pendampingan pengurus OSIS.

Untuk mencegah terjadinya perundungan, SMP Negeri 3 Sampit juga memperkuat pengawasan melalui Satuan Tugas (Satgas) anti-bullying. Sekolah memasang poster kampanye anti-perundungan di setiap ruang kelas serta menghadirkan materi khusus mengenai pencegahan bullying selama MPLS.

“Kami memiliki tim Satgas yang bertugas melakukan pengawasan. Selain itu, pada hari kedua MPLS kami juga mengundang pemateri dari Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk memberikan tentang pencegahan bullying agar anak-anak memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (Nardi)

baca juga ...  Disdik Kotim Kembangkan Penerapan Sistem Digital Penatausahaan-Pelaporan Keuangan Sekolah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!