PALANGKA RAYA – Bocah laki-laki bernama Ahmad Ansyari Amrullah (6) yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Barito, Desa Pepas, Kabupaten Barito Utara, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus hingga sekitar 53 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Antonius, mengatakan Tim SAR Gabungan menerima laporan dari warga terkait penemuan jenazah di Desa Marawan Baru, Kabupaten Barito Selatan, pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 14.40 WIB.
Mendapat laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi melalui jalur sungai dan tiba sekitar pukul 15.40 WIB.
“Dari laporan warga pada pukul 14.40 WIB, tim langsung bergerak ke lokasi penemuan. Korban ditemukan sekitar 53 kilometer dari titik awal terjadinya musibah dalam keadaan meninggal dunia,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ia menjelaskan, korban ditemukan pada hari ketiga pencarian setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Barito.
“Korban atas nama Ahmad Ansyari Amrullah umur enam tahun telah ditemukan dan dievakuasi ke rumah duka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, menyatakan operasi SAR kondisi membahayakan manusia (KMM) resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian ini,” ucap Alit.
Sebelumnya, Ahmad Ansyari dilaporkan terjatuh dari pelabuhan Desa Pepas pada Selasa siang, 12 Mei 2026.
Saksi mata sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus Sungai Barito membuat korban cepat hilang dari pandangan.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Basarnas Palangka Raya, Polair Polres Barito Utara, Polsek Montallat, BPBD dan Dinsos Barito Utara, Damkar, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
(Sya'ban)












