PULANG PISAU – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pulang Pisau menyebabkan ruas Jalan Lintas Trans Palangka Raya–Kuala Kurun di Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, terendam banjir hingga mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat.
Selain merendam badan jalan, genangan air juga mulai memasuki sejumlah rumah warga di RT 02 Desa Bukit Liti. Kondisi banjir dilaporkan terus mengalami peningkatan seiring hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Air datang dari arah belakang Desa Bukit Liti atau dari wilayah timur, jadi bukan berasal dari luapan Sungai Kahayan,” kata Kepala Desa Bukit Liti, Heri Tuah, Minggu 17 Mei 2026.
Menurut Heri Tuah, ketinggian air di lokasi sempat mencapai sekitar 50 sentimeter dengan panjang jalan terdampak mencapai puluhan meter. Pemerintah desa juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera mendapat penanganan.
Ia mengungkapkan, potensi kenaikan debit air masih dapat terjadi mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi. Karena itu masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang berada di kawasan rendah dan dekat genangan air.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pulang Pisau melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Tekson, mengimbau masyarakat maupun pengguna jalan yang hendak menuju Kecamatan Banama Tingang atau Kabupaten Gunung Mas agar menunda perjalanan sementara waktu, khususnya pengguna kendaraan roda dua dan mobil berukuran kecil.
“Kami mengimbau masyarakat mempertimbangkan kembali perjalanan karena kondisi jalan masih tergenang air dan cukup berisiko untuk dilalui kendaraan kecil,” ujarnya.
BPBD mencatat kedalaman air di sejumlah titik ruas jalan bervariasi dan terus berubah mengikuti kondisi cuaca. Hingga Minggu malam, genangan masih menutupi Jalan Trans Kalimantan di wilayah Desa Bukit Liti dan petugas terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan. (denny)












