Hanjalipan Mulai Terendam Banjir

IST/BERITASAMPIT - Kondisi di Hanjalipan pagi ini.

SAMPIT Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten mulai terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 15 hingga 20 sentimeter di sejumlah titik permukiman warga.

Ketua BPD Hanjalipan, Reky mengatakan banjir kali ini cukup mengejutkan karena terjadi saat wilayah Kotim tengah berada dalam status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Sudah tiga hari terendam banjir. Dua hari terakhir curah hujan tinggi jadi air naik. Tahun 2026 ini dari Januari sampai sekarang baru kali ini banjir,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Reky, kondisi tersebut dinilai tidak biasa lantaran berdasarkan pola tahunan, banjir umumnya terjadi pada Februari. Namun tahun ini justru baru muncul pada Mei.

“Makanya ini kan musim kemarau sesuai prediksi , tapi meleset. Biasanya bulan dua kalau banjir. Karena bulan dua tidak ada, justru bulan ini banjirnya,” katanya.

Meski air mulai masuk ke rumah warga, hingga kini belum ada masyarakat yang mengungsi. Warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing sambil membuat tambahan alas atau papan untuk tempat tidur dan aktivitas di dalam rumah.

“Kalau masyarakat belum ada mengungsi dan memang jarang terjadi. Biasanya warga membuat katil atau papan tambahan, jadi kebanyakan tidak mau meninggalkan tempat tinggalnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD , Multazam K Anwar menyebutkan debit air di Hanjalipan memang mengalami kenaikan, namun kondisi saat ini masih tergolong aman.

Hanjalipan sudah ada kenaikan debit air, cuma kondisi terbilang masih aman meski ada kenaikan debit air,” katanya berdasarkan laporan update Rabu, 20 Mei 2026 kemarin.

BPBD Kotim pun terus memantau perkembangan kondisi banjir, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.

(Jimmy)

baca juga ...  DKD Kotim : Pelaku Seni dan Budaya Harus Lebih Dilibatkan Dalam Gelaran Pariwisata
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!