Kalteng Genjot Pendataan Pekebun Sawit untuk Perencanaan Program Strategis

IST/BERITASAMPIT - Peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Tim Pendataan Perkebunan Sawit Rakyat Tahun 2026 foto bersama usai kegiatan.

(Kalteng) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) terus memperkuat tata kelola sektor perkebunan sawit rakyat. Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Tim Pendataan Perkebunan Sawit Rakyat Tahun 2026 di Aula Disbun Kalteng, Rabu 20 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung hingga 22 Mei 2026 itu diikuti sebanyak 25 petugas pendataan dari kabupaten dan kota se-. Bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan pendataan serta pemetaan kebun sawit rakyat secara lebih akurat dan terintegrasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Darliansjah, mengatakan data yang akurat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan sawit rakyat yang berkelanjutan.

“Sebagaimana kita pahami bersama, sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu pilar utama perekonomian ,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pendataan kebun sawit rakyat yang didanai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit Tahun 2025, tercatat sebanyak 889 pekebun telah terdata di sejumlah wilayah di Kalteng.

“Rinciannya meliputi 300 pekebun di , 200 pekebun di , 82 pekebun di , 23 pekebun di , serta 284 pekebun di ,” tambahnya.

Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menerbitkan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dengan cakupan lahan mencapai 4.108,713 hektare. Meski demikian, proses lanjutan masih diperlukan, mulai dari verifikasi lapangan, validasi administrasi, hingga pemetaan spasial yang lebih menyeluruh.

“Pada tahun 2026, menargetkan pendataan terhadap 1.500 pekebun sawit rakyat. Target tersebut diharapkan mampu menghasilkan basis data yang lebih valid dan menjadi landasan berbagai program strategis di sektor perkebunan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam berbagai program strategis, seperti legalisasi lahan, penguatan kelembagaan pekebun, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), kemitraan usaha, hingga sertifikasi ISPO, ” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rizky R Badjuri, melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (Lohsar), Achmad Sugianor, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petugas menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan pengelolaan perkebunan sawit rakyat.

“Kualitas data yang baik akan sangat menentukan arah kebijakan dan pembangunan perkebunan berkelanjutan ke depan,” tuturnya.

Pendataan dan pemetaan kebun sawit rakyat menjadi langkah penting dalam mendukung arah kebijakan serta pembangunan perkebunan berkelanjutan.

“Perkebunan sawit rakyat memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga data yang valid dan terstruktur menjadi kebutuhan utama untuk memperkuat tata kelola sektor tersebut,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Semangat Berbagi Kejati Kalteng: Sembelih 17 Sapi-Dua Kambing, Disalurkan ke Masyarakat
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!