PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam menyikapi merosotnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.
Saat ini, harga sawit di wilayah Kotawaringin Timur dilaporkan anjlok drastis. Dari yang sebelumnya hampir mencapai Rp3.000 per kilogram, kini merosot ke kisaran Rp1.000 hingga Rp1.750 per kilogram.
Gejolak penurunan harga ini diduga kuat dipicu oleh sentimen pasar terhadap wacana kebijakan ekspor satu pintu yang akan dilakukan melalui lembaga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Merespons situasi tersebut, Sudarsono meminta kepala daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Ia menyarankan adanya ruang dialog bersama untuk mencari solusi terbaik yang bisa disampaikan ke pemerintah pusat.
“Itu dia yang saya bila tad. Kita minta kepada Gubernur para Bupati mungkin segera rembuk juga dengan para pengusaha. Barangkali ada masukan-masukan yang perlu disampaikan kepada pemerintah pusat,” ujar Sudarsono, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut politisi Fraksi Golkar ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan legislatif sangat krusial dalam menghadapi krisis harga yang memukul ruang publik dan ekonomi petani lokal tersebut.
“Karena melibatkan para pengusaha, melibatkan pimpinan daerah termasuk wakil wakil rakyat ini penting. Maksud saya ada gerakan, ada tindakan itu agar ada masukan yang berarti (untuk pemerintah pusat),” tegasnya.
Sudarsono juga menambahkan bahwa langkah diplomasi atau penyampaian aspirasi ke pemerintah pusat tidak boleh ditunda demi menyelamatkan kesejahteraan para petani sawit mandiri.
“Kalau memang dirasa perlu disampaikan kepada pemerintah pusat ya harus segera di lakukan. Yang penting ini tidak boleh dibiarkan seperti ini, itu yang kita harapkan,” pungkasnya.
(Syauqi)












