PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono, mengaku prihatin atas aksi swadaya masyarakat yang menimbun sendiri kerusakan jalan nasional di jalur Trans Kalimantan.
Aksi gotong royong ini dipicu oleh rasa kecewa masyarakat dan para sopir angkutan karena kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki. Sebuah video yang merekam aksi tersebut bahkan sempat viral di media sosial Instagram.
Masyarakat bersama para sopir secara mandiri mengumpulkan iuran dana untuk menimbun lubang besar di Kilometer 20 Jalan Nasional Trans yang menghubungkan Muara Teweh dan Banjarmasin. Lokasi kerusakan tepatnya berada di kawasan Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara.
Menanggapi aksi “Rakyat Bantu Rakyat” tersebut, Purdiono menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya stagnasi dalam pengelolaan jalan nasional di wilayah tersebut.
“Tentu itu keprihatinan kita semua, saat ini tidak hanya di Muara Teweh sebenarnya, jalan-jalan nasional ini banyak yang masih belum maksimal untuk dilewati,” ujar Purdiono, Selasa, 2 Juni 2026.
Purdiono berharap pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng bisa segera memperbaiki kondisi ruas jalan tersebut.
“Tentu saja kita berharap perhatian pemerintah pusat melalui balai jalan (BPJN) yang sekarang ada disini memperhatikan itu,” tambahnya.
Pihaknya juga siap membawa persoalan infrastruktur jalan ini ke tingkat yang lebih tinggi agar mendapat atensi dari pemerintah pusat.
“kita prihatin, kemudian kita siap menyuarakan ke pemerintah pusat melalui DPRD agar ada perhatian pemerintah terhadap jalan jalan yang kewenangan pemerintah pusat,” pungkasnya.
(Syauqi)












