Semakin Maju Ekosistem Digital, Diskominfo Ingatkan Masyarakat Informasi Hoaks

NARDI/BERITASAMPIT - Kadis Kominfo Kotim Cok Orda Putra Legawa.

SAMPIT – Layanan informasi publik dan semakin majunya ekosistem digital saat ini menjadi suatu hal yang sangat mempengaruhi pola aspek kehidupan, tidak hanya di sektor , tapi juga dalam lingkungan sosial masyarakat termasuk di Timur (Kotim).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kotim Cok Orda Putra Legawa menyampaikan masyarakat yang sebelumnya lebih banyak berinteraksi sosial secara real life, sekarang ini sudah terpantau akan semakin berkurang.

“Contoh saja kita ke mana-mana orang kan kalau kita perhatikan mereka lebih “addicted” atau kecanduan dengan handphone,” kata Coki, Selasa 2 Juni 2026.

Ia memantau bahwa perilaku masyarakat walaupun sudah berkumpul dengan rekan-rekan di suatu tempat, malah lebih sibuk dengan ponsel genggam masing-masing di tangannya.

“Jadi, pola interaksi yang seperti zaman dulu itu berkurang,” tegasnya.

Namun demikian, dengan adanya perkembangan digital saat ini, ia mengingatkan masyarakat semestinya tidak mengurangi rasa toleransi kita, tepo seliro, dan rasa tanggung jawab untuk dapat memilah, memilih informasi yang benar-benar akurat dengan mengecek ke sumber data yang benar.

“Sehingga kita “sharing” atau membagikan suatu informasi nanti akan merupakan yang sudah kita klarifikasi dan cek kebenaran berita yang adanya,” ungkapnya.

Artinya terkait informasi hoaks, ancaman siber ataupun siberbullyng bisa dicegah untuk semakin meluas.

Ia juga mengungkapkan bahwa data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Januari sampai Februari 2026, ada 482 aduan online yang berasal dari Kotim. Terbesar kedua setelah Kota . Hal ini menandakan bahwa masyarakat Kotim ini masih rentan dalam hal negatif penggunaan media sosial.

Aduan tersebut diterima melalui aplikasi di yaitu SP4N-LAPOR!, begitu juga di tingkat pusat juga ada aplikasi umum untuk aduan konten.

“Jadi, kita menggabungkan di dalam layanan Pemkab itu untuk aduan konten, apabila masyarakat, teman-teman ada menemukan informasi terkait hoaks, atau cyberbullying, atau misinformasi, dapat mengadukannya ke website kita, dan ini segera kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Data tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun lalu sekitar 10 persen, sehingga kominfo harus lebih berupaya eksta untuk dapat meningkatkan literasi digital khususnya masyarakat, begitu pula upaya penetrasi akselerasi juga melalui relawan digital ini nantinya.

Dalam bekerja, pihaknya melakukan klarifikasi langsung untuk informasi-informasi yang beredar, terkait dengan misinformasi, disinformasi, sehingga dapat ditanggulangi.

Langkah Kominfo Kotim juga dilakukan dengan mengadakan forum bidang literasi digital dan keamanan informasi, ini merupakan salah satu upaya untuk membuat masyarakat lebih waspada dan memiliki wawasan menanggapi berbagai isu yang beredar.

“Sehingga tahu informasi yang baik dan benar seperti apa, dan dia dapat menularkan ke tetangga atau keluarga terdekatnya untuk lebih aman menggunakan media sosial yang ada,” tegasnya.

Langkah lainnya bisa dilakukan dengan menggandeng media massa menjadi kader literasi bersama Kominfo, sehingga dapat menyampaikan berita ataupun informasi yang akurat maupun pelaksanaan kegiatan pembangunan daerah dengan lebih cepat dan masif. (Nardi)


baca juga ...  KNPI Cup 3 Sempat Ricuh, Kini Dipastikan Lanjut Usai Damai
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!