Dinkes Kotim Berharap Program Penugasan Khusus Perkuat Layanan di Pelosok

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Kotim Umar Kaderi.

SAMPIT – Dinas Kabupaten (Kotim) berharap program penugasan khusus tenaga medis dan tenaga yang saat ini dibuka dapat membantu mengatasi kekurangan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan pemerataan pelayanan hingga ke wilayah pelosok.

Kepala Dinas Kotim, Umar Kaderi, mengatakan program tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, memperoleh akses layanan yang memadai.

Menurut Pj Sekda Kotim ini, masih terdapat sejumlah puskesmas dan puskesmas pembantu yang mengalami keterbatasan tenaga sehingga membutuhkan tambahan personel agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

“Harapan kami tentu tenaga yang mengikuti program ini memiliki komitmen untuk mengabdi dan melayani masyarakat, terutama di wilayah yang masih kekurangan tenaga ,” kata Umar, Rabu 3 Juni 2026.

Kebutuhan paling mendesak saat ini berada pada formasi dokter umum dan dokter gigi. Apalagi dalam waktu dekat Puskesmas Antang Kalang II yang merupakan pemekaran dari Puskesmas Tumbang Kalang akan segera dioperasikan.

“Bangunannya sudah tersedia, namun tenaga kesehatannya masih perlu dipenuhi. Ini menjadi prioritas kami,” ucapnya.

Selain dokter, sejumlah fasilitas di pedalaman juga masih membutuhkan tambahan tenaga farmasi, tenaga gizi, tenaga laboratorium medik hingga tenaga masyarakat untuk menunjang pelayanan dasar.

Ia menjelaskan, keberadaan tenaga medis dan tenaga di daerah terpencil sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dasar, mulai dari pemeriksaan , pelayanan ibu dan anak, penanganan gizi, hingga upaya pencegahan berbagai penyakit.

Selain itu, program penugasan khusus juga diharapkan dapat mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah di bidang , termasuk percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan derajat masyarakat.

Umar menilai pemerataan tenaga menjadi salah satu tantangan yang masih dihadapi daerah. Sebab, sebagian besar tenaga cenderung memilih bertugas di wilayah perkotaan dibandingkan daerah yang aksesnya lebih sulit.

“Kami ingin pelayanan tidak hanya terpusat di wilayah kota, tetapi juga dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang tinggal di - dan wilayah pedalaman,” ujarnya.

Ia berharap para peserta yang nantinya dinyatakan lulus seleksi dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa penugasan.

Program penugasan khusus ini menerapkan pola yang serupa dengan program yang dijalankan Kementerian dan pemerintah provinsi. Masa penugasan ditetapkan selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan daerah dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD Kotim.

“Kami berharap tenaga yang ditempatkan nantinya dapat bekerja dengan baik, beradaptasi dengan lingkungan tugas, dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan masyarakat di Kotim,” tandasnya. (Nardi)

baca juga ...  Momentum HUT ke-72, Pemkab Kotim Harapkan SMPN 1 Sampit Terus Cetak Generasi Unggul
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!