Harga TBS Sawit Kalteng Melorot, Kelompok Umur 10-20 Tahun Paling Parah

IST/BERITASAMPIT - ilustrasi.

– Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di (Kalteng) pada periode II Mei 2026 mengalami penurunan di seluruh kelompok umur tanaman. Penurunan terdalam terjadi pada tanaman usia produktif 10 hingga 20 tahun.

Penurunan tersebut tertuang dalam hasil Rapat Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Perkebunan Mitra Plasma dan Swadaya periode II Mei 2026 yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis, 4 Juni 2026.

Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri, mengatakan harga TBS kelompok umur 10 hingga 20 tahun turun dari Rp3.749,40 menjadi Rp3.493,43 per kilogram atau berkurang Rp255,97.

“Angka tersebut menjadi penurunan terbesar dibanding kelompok umur lainnya,” ujarnya.

Setelah itu, penurunan terbesar berikutnya terjadi pada tanaman umur 21 tahun yang turun Rp252,70 per kilogram, dari Rp3.696,64 menjadi Rp3.443,94.

Sementara tanaman umur 22 tahun turun dari Rp3.600,86 menjadi Rp3.354,34 per kilogram atau berkurang Rp246,52. Disusul umur sembilan tahun yang turun Rp245,95 per kilogram dari Rp3.626,06 menjadi Rp3.380,11.

Untuk tanaman umur 23 tahun, harga TBS turun dari Rp3.496,77 menjadi Rp3.257,23 per kilogram atau berkurang Rp239,54. Sedangkan umur delapan tahun turun dari Rp3.544,24 menjadi Rp3.304,46 per kilogram atau berkurang Rp239,79.

Adapun tanaman umur 24 tahun mengalami penurunan Rp234,73 per kilogram menjadi Rp3.170,32. Sementara umur enam dan tujuh tahun masing-masing turun Rp234,10 dan Rp234,11 per kilogram.

Di kelompok umur muda, harga TBS tanaman umur tiga tahun turun dari Rp3.054,35 menjadi Rp2.847,42 per kilogram atau berkurang Rp206,93. Sedangkan umur empat tahun turun Rp214,27 dan umur lima tahun turun Rp224,38 per kilogram.

Penurunan harga TBS tersebut sejalan dengan melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel di Kalteng.

Rata-rata harga CPO lokal periode II Mei 2026 tercatat sebesar Rp14.106,17 per kilogram atau turun Rp973,68 dibanding periode I Mei 2026 yang berada di level Rp15.079,85 per kilogram.

Sementara itu, rata-rata harga kernel lokal turun lebih dalam, yakni dari Rp15.049,74 menjadi Rp13.768,50 per kilogram atau berkurang Rp1.281,24.

Adapun faktor “K” pada periode II Mei 2026 tercatat sebesar 92,05 atau tidak berubah dibanding periode sebelumnya.

Rizky meminta pabrik kelapa sawit (PKS) dan perusahaan besar swasta (PBS) mematuhi harga acuan yang telah ditetapkan bersama.

“Kita mengingatkan kembali kepada teman-teman PKS dan PBS, tentunya bisa mematuhi apa yang sudah kita hitung pada hari ini,” ujarnya.

Menurut Rizky, penetapan harga TBS bukan sekadar keputusan administratif, tetapi juga menyangkut kepentingan petani, perusahaan, serta stabilitas usaha perkebunan sawit di daerah.

Ia berharap seluruh kabupaten di Kalteng segera menyampaikan hasil penetapan harga tersebut kepada pihak terkait. Selain itu, petani yang belum bermitra didorong untuk bergabung dalam pola kemitraan yang lebih baik.

“Mudah-mudahan petani yang belum bermitra, kita sambil mendorong mudah-mudahan menjadi mitra yang ke depannya jauh lebih baik lagi,” pungkas Rizky.

(Sya'ban)

baca juga ...  Gubernur Kalteng Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKE Maranatha
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!