PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sengkon, menegaskan pentingnya keberpihakan korporasi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Ia meminta setiap aktivitas investasi yang masuk ke daerah tidak mengabaikan hak-hak warga sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, kehadiran investasi harus mampu memberikan stimulus ekonomi yang konkret. Mulai dari pembukaan lapangan kerja baru, pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, hingga kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“Investasi itu sah-sah saja, bahkan kita dorong. Tapi jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton di tanahnya sendiri. Harus ada dampak positif yang bisa langsung dirasakan oleh mereka,” ujar Sengkon, baru-baru ini.
Sengkon menilai masyarakat lokal memiliki hak mutlak untuk memperoleh manfaat dari berbagai kegiatan usaha yang mengeksploitasi sumber daya maupun potensi daerah mereka.
Oleh karena itu, ia menekankan agar seluruh korporasi yang bergerak di Kalteng dapat menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) secara berkesinambungan.
”Oleh karena itu, perusahaan yang sudah berinvestasi di Kalteng ini dapat menjalankan tanggung jawab sosial secara konsisten dan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan ekonomi,” tegasnya.
Sengkon juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan investasi di lapangan. Pengawasan ini penting untuk memastikan roda bisnis pelaku usaha tetap berjalan beriringan dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Sengkon, sinergi tripartit antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Keberadaan investor harus menjadi peluang bagi masyarakat untuk berkembang, bukan justru menimbulkan kesenjangan. Karena itu, perusahaan perlu menunjukkan komitmen yang nyata dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” tegasnya.
Ia berharap, masuknya arus investasi ke Kalteng tidak hanya menguntungkan sepihak, tetapi mampu memberikan nilai tambah makro serta mendongkrak kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
(Syauqi)












