PALANGKA RAYA – Pemerataan transformasi digital hingga ke wilayah pedalaman menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang, menilai akses teknologi informasi harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk masyarakat yang berada di daerah terpencil.
Menurut Asdy, digitalisasi telah menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah sehingga pelaksanaannya tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Ia menegaskan bahwa masyarakat di desa dan wilayah pelosok juga berhak memperoleh akses yang sama terhadap layanan dan fasilitas berbasis teknologi.
“Transformasi digital harus berjalan secara merata. Jangan sampai hanya masyarakat di perkotaan yang menikmati kemajuan teknologi, sementara wilayah terpencil tertinggal dalam akses dan pemanfaatannya,” ujarnya, Selasa, belum lama ini.
Politisi NasDem itu menjelaskan, kehadiran infrastruktur digital yang memadai dapat menjadi pendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor. Selain mempermudah akses informasi, teknologi juga dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Ketika akses digital tersedia dengan baik, masyarakat akan lebih mudah memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, informasi, hingga mengembangkan usaha yang berbasis teknologi,” katanya.
Ia menilai penguatan konektivitas internet menjadi salah satu langkah strategis yang harus mendapat perhatian pemerintah. Pasalnya, masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan jaringan sehingga menghambat pemanfaatan teknologi secara maksimal.
“Ketersediaan jaringan yang stabil dan merata menjadi fondasi utama. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, transformasi digital akan sulit berjalan optimal,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Asdy juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat. Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi secara produktif dan bijak perlu terus diperkuat agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara luas.
“Masyarakat perlu dibekali pemahaman dan keterampilan digital yang memadai. Dengan begitu, teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperluas akses digital hingga ke pelosok Kalteng. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus menciptakan peluang yang lebih besar bagi masyarakat di daerah.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di era digital. Karena itu, pemerataan akses teknologi harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah,” pungkasnya.
(Syauqi)












