SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kali ini, rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Kotawaringin Timur akan segera meluncurkan inovasi bernama Sipenyang atau Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi.
Inovasi digital tersebut dihadirkan sebagai upaya mempercepat sistem rujukan bagi ibu hamil berisiko tinggi dan bayi, sehingga keselamatan keduanya dapat lebih terjamin.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany mengatakan, keselamatan ibu dan bayi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terintegrasi.
“Keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terintegrasi,” ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.
Menurut dr Yulia, dalam kondisi di lapangan masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterlambatan deteksi risiko dini, proses rujukan yang kurang responsif, hingga belum terintegrasinya informasi layanan kesehatan.
“Di wilayah dengan tantangan geografis seperti Kotim, setiap menit menjadi sangat berarti,” ungkapnya.
Keterlambatan informasi dapat berdampak pada keterlambatan pengambilan keputusan yang sangat menentukan keselamatan nyawa ibu dan jabang bayi.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit. Diperlukan sistem yang mampu mendeteksi risiko lebih awal, menghubungkan seluruh fasilitas kesehatan, serta mempercepat proses rujukan.
Sipenyang hadir sebagai inovasi digital yang mengintegrasikan alur rujukan, pemantauan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan secara real-time.
Ketika data risiko tinggi masuk, sistem akan memberikan peringatan dini sehingga tim RSUD dr Murjani dapat memantau, memberi arahan, dan menyiapkan layanan sebelum pasien tiba di rumah sakit.
Lebih lanjut, manfaat Sipenyang tidak hanya terletak pada percepatan rujukan, tetapi juga meningkatkan kualitas koordinasi, ketepatan pengambilan keputusan, kesinambungan layanan, serta memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Sipenyang bukan sekadar aplikasi. Ini merupakan gerakan perubahan tata kelola rujukan untuk mendukung program nasional penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.
“Rujukan cepat, ibu selamat, bayi sehat, keluarga bahagia, generasi berkualitas,” pungkasnya. (Nardi)












