Tantangan Geografis Kotim Dorong RSUD dr Murjani Ciptakan Inovasi untuk Ibu dan Bayi

IST/BERITASAMPIT - RSUD dr Murjani Sampit akan meluncurkan inovasi SIPENYANG untuk mempercepat layanan rujukan ibu dan bayi di Kotim.

SAMPIT – Kondisi geografis Kabupaten (Kotim) yang luas dengan sejumlah wilayah yang cukup jauh dari pusat layanan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya penyelamatan ibu hamil dan bayi.

Menjawab tantangan tersebut, RSUD dr Murjani Sampit akan segera menghadirkan inovasi digital bernama Sipenyang atau Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi.

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany mengatakan, keselamatan ibu dan bayi memerlukan respons cepat, tepat, dan terintegrasi.

Namun di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala, mulai dari keterlambatan deteksi risiko, proses rujukan yang belum optimal, hingga belum terintegrasinya informasi layanan .

“Di wilayah dengan tantangan geografis, setiap menit menjadi sangat berarti. Keterlambatan informasi dapat berdampak pada keterlambatan keputusan yang sangat menentukan keselamatan nyawa ibu dan jabang bayi,” kata dr Yulia, Rabu 24 Juni 2026.

Menurutnya, pelayanan saat ini tidak cukup hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit.

Diperlukan sebuah sistem yang mampu mendeteksi risiko sejak dini, menghubungkan fasilitas , serta mempercepat proses rujukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Melalui SIPENYANG nantinya, seluruh proses rujukan, pemantauan, dan koordinasi antar fasilitas dapat dilakukan secara real-time. Ketika terdapat data pasien dengan risiko tinggi, sistem akan memberikan peringatan dini sehingga tim RSUD dr Murjani dapat segera melakukan pemantauan, memberikan arahan, serta menyiapkan pelayanan sebelum pasien tiba di rumah sakit.

“Sipenyang bukan sekadar aplikasi, tetapi sebuah gerakan perubahan tata kelola rujukan untuk mendukung program penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi,” tegasnya.

Diharapkan, kehadiran Sipenyang dapat memperkuat sistem pelayanan di , terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan akses layanan yang masih terbatas. (Nardi)


baca juga ...  Rangkap Jabatan Disorot, Johny Tangkere Dinilai Gagal Tangani Proyek Pasar Mangkrak di Kotim
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!