PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan bahwa tantangan pembangunan di daerah tidak dapat diselesaikan oleh satu OPD, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat melantik 13 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis malam, 25 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Agustiar mengatakan keberhasilan pembangunan bergantung pada kerja sama yang kuat antarlembaga pemerintah.
“Tantangan pembangunan ke depan tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan kerja sama yang kuat antarperangkat daerah, antarpejabat, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh kepala OPD menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi agar setiap program pemerintah berjalan efektif.
“Hilangkan ego sektoral, perkuat koordinasi, dan bangun komunikasi yang produktif agar setiap program dan kegiatan dapat berjalan secara efektif serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Agustiar mengingatkan seluruh OPD agar mendukung dan mengimplementasikan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng melalui program pembangunan yang terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil.
“Seluruh kebijakan dan langkah kerja harus selaras dengan agenda pembangunan daerah serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” tegasnya.
Ia menuturkan, pemerintah saat ini dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut seluruh perangkat daerah bekerja lebih cermat, inovatif, dan efektif.
“Namun demikian, efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik maupun mengurangi semangat dalam mencapai target pembangunan,” ujarnya.
Menurut Agustiar, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat inovasi, meningkatkan produktivitas, serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan memberikan dampak optimal bagi masyarakat.
“Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat inovasi, meningkatkan produktivitas, serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Agustiar mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas demi mempercepat pembangunan daerah.
“Fokuslah pada hasil, bukan sekadar proses. Dengan kerja sama yang solid, saya yakin berbagai tantangan yang ada dapat kita hadapi dan kita ubah menjadi peluang untuk mempercepat kemajuan daerah,” pungkasnya.
(Sya'ban)











