KASONGAN – Pemerintah Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, membantah adanya keterlibatan warga dalam insiden bentrokan saat penggerebekan kasus narkoba yang menewaskan seorang anggota kepolisian, Kamis 2 Juli 2026 dini hari.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Tumbang Kelemei Yewin, mengatakan, masyarakat tidak ikut menyerang aparat kepolisian saat operasi berlangsung. Menurutnya, warga memilih tetap berada di rumah masing-masing selama peristiwa terjadi.
“Yang melakukan penyerangan itu keluarga pelaku berinisial BIO. Kalau masyarakat tidak ada yang ikut. Saat kejadian, warga tetap berada di rumah dan tidak ada yang keluar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, suasana di sekitar lokasi kejadian sempat mencekam karena terdengar beberapa kali suara tembakan yang diduga terjadi dalam baku tembak antara keluarga pelaku dengan anggota kepolisian.
Namun, dirinya mengaku baru mengetahui secara jelas kronologi kejadian pada Kamis pagi setelah mendapat informasi dari sejumlah warga yang datang ke rumahnya.
“Subuh tadi baru tahu dari tetangga dan warga yang datang menyampaikan informasi mengenai kejadian tersebut,” katanya.
Ia juga mengaku mendapat kabar bahwa seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhi Perdana Putra, meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Menurut informasi yang diterimanya dari warga, jasad korban ditemukan di sebuah lanting yang berada di kawasan tepian sungai tidak jauh dari lokasi kejadian.
Pihak desa berharap masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum agar fakta-fakta dalam peristiwa tersebut dapat terungkap secara jelas.
(Bitro)












