PURUK CAHU – Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Perikanan mulai menyiapkan langkah besar dalam memodernisasi sektor perikanan. Salah satunya dengan mengembangkan budidaya ikan menggunakan kolam geomembran, teknologi yang dinilai lebih efisien, hemat biaya, dan mampu meningkatkan produktivitas guna mendukung ketahanan pangan daerah.
Gagasan tersebut muncul setelah jajaran Dinas Perikanan mempelajari berbagai inovasi budidaya pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan. Dari hasil pembelajaran itu, kolam geomembran dipandang sebagai solusi yang tepat untuk diterapkan di Murung Raya karena mampu mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi pembudidaya ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, menjelaskan bahwa kolam geomembran menggunakan lapisan plastik sintetis berbahan HDPE yang kedap air, tahan terhadap paparan sinar matahari, serta memiliki usia pakai hingga belasan tahun. Teknologi tersebut juga mampu menjaga kualitas air tetap stabil sehingga mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.
Menurutnya, dibandingkan kolam permanen, kolam geomembran memiliki banyak keunggulan. Selain biaya pembangunannya lebih terjangkau, kolam ini tidak mudah bocor karena mampu menahan rembesan air ke dalam tanah, tahan terhadap perubahan cuaca, mudah dibersihkan, serta mempermudah proses penggantian air. Keunggulan tersebut menjadikannya sebagai alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil budidaya ikan.
“Kami berharap program ini mendapat dukungan anggaran melalui APBD sehingga dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sri Karyawati.
Sebagai langkah awal, Dinas Perikanan merencanakan pembangunan kolam geomembran di kawasan Stadion Mini Puruk Cahu. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai lokasi percontohan yang mengintegrasikan sektor perikanan dan pertanian, sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar budidaya ikan modern.
Tak hanya itu, pengembangan serupa juga direncanakan di Desa Matiat Pari yang diproyeksikan menjadi kawasan pertanian terpadu. Di lokasi tersebut, budidaya ikan akan dipadukan dengan sektor pertanian dan peternakan sehingga tercipta sistem usaha yang saling mendukung, meningkatkan produktivitas masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama Dinas Perikanan juga berencana melakukan studi banding ke kawasan Mandiangin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Daerah tersebut dinilai sukses mengembangkan budidaya ikan berbasis kolam geomembran dan akan menjadi referensi dalam penerapan teknologi serupa di Murung Raya.
Melalui inovasi ini, Dinas Perikanan optimistis budidaya ikan di Murung Raya akan berkembang semakin modern, efisien, dan berkelanjutan. Harapannya, produksi perikanan meningkat, kesejahteraan pembudidaya terdongkrak, serta kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.











