PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) kini memiliki empat Sekolah Rakyat. Dua di antaranya telah memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan dua Sekolah Rakyat yang telah beroperasi berada di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan. Sementara dua lainnya di Gunung Mas dan Kotawaringin Timur akan segera menyusul.
“Dua di antaranya telah memulai MPLS, yakni di Katingan dan Palangka Raya, sedangkan dua lainnya akan segera menyusul di Gunung Mas dan Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Reza, Pemerintah Provinsi Kalteng berkomitmen mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat melalui kolaborasi bersama pemerintah kabupaten dan kota.
“Pesan Pak Gubernur selalu sama, yaitu kita harus berkolaborasi. Bukan hanya Pemerintah Provinsi, tetapi juga pemerintah kabupaten dan kota, agar seluruh program Bapak Presiden di Kalteng dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalteng juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi yang diproyeksikan memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan Sekolah Rakyat yang dikelola pemerintah kabupaten dan kota.
“Kalau yang dikelola kabupaten atau kota daya tampungnya sekitar 1.080 siswa, maka untuk Sekolah Rakyat tingkat provinsi diproyeksikan mampu menampung hingga sekitar 3.000 siswa,” jelasnya.
Meski demikian, Reza mengatakan lokasi Sekolah Rakyat tingkat provinsi belum dapat diumumkan karena masih menunggu hasil studi kelayakan untuk memastikan lahan yang dipilih layak dibangun.
“Kita tidak bisa langsung membangun begitu saja. Semua harus melalui kajian yang mendalam. Tujuannya agar Sekolah Rakyat yang dibangun benar-benar kokoh, aman, nyaman, dan menjadi tempat belajar terbaik bagi anak-anak Kalteng,” pungkasnya.
(Sya'ban)












