SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia. Kegiatan yang dibuka di Tri Gatra Lemhanas RI, Jakarta, mulai 15 Juli 2026, dan akan berlangsung hingga 28 Juli 2026.
Keikutsertaan Masduki dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan daerah agar mampu menghadapi tantangan pembangunan nasional maupun dinamika global yang terus berkembang.
KPPD merupakan program strategis Lemhanas RI yang bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan, geopolitik, serta kepemimpinan strategis bagi kepala daerah dan ketua DPRD se-Indonesia. Program ini juga dirancang agar arah pembangunan di daerah selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, termasuk visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Selama mengikuti pendidikan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari penguatan integritas, wawasan kebangsaan, transformasi pemerintahan, kolaborasi lintas sektor, ketahanan nasional, geopolitik, hingga strategi menghadapi tantangan pembangunan di era transformasi digital.
Bupati Masduki mengatakan, berbagai materi yang diberikan dalam KPPD akan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sukamara.
“Banyak hal yang bisa kita ambil manfaatnya dari kegiatan ini. Nantinya seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh akan kita aplikasikan di Kabupaten Sukamara demi mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Masduki, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas perspektif kebangsaan sekaligus memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi saya selaku Bupati untuk memperkuat perspektif kebangsaan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, khususnya di Kabupaten Sukamara,” katanya.
Ia menambahkan, forum yang diikuti para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia itu juga menjadi wadah bertukar pengalaman dan merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Kegiatan ini menjadi ruang yang sangat penting bagi kami para kepala daerah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan serta merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (enn)












