SUKAMARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara menyebutkan jumlah tenaga kesehatan di wilayah setempat, seperti bidan, perawat, dan tenaga farmasi, secara umum telah mencukupi kebutuhan pelayanan kesehatan. Namun, persoalan yang masih dihadapi saat ini adalah distribusi tenaga kesehatan yang belum merata di seluruh fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukamara, Ari Junita, mengatakan apabila dihitung berdasarkan jumlah fasilitas kesehatan yang ada, kebutuhan tenaga kesehatan sebenarnya telah terpenuhi. Akan tetapi, sebagian besar tenaga kesehatan masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
“Misalnya, kebutuhan di puskesmas kecamatan jumlahnya sudah ditetapkan sekian, tetapi tenaga kesehatannya justru banyak yang memilih berada di dalam kota. Jadi, kendala yang kita hadapi saat ini adalah distribusi yang belum merata,”ujar Ari Junita, Senin 20 Juli 2026.
Menurut Ari, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kecenderungan tenaga kesehatan yang lebih memilih bertugas di wilayah perkotaan dibandingkan di kecamatan atau desa. Faktor kenyamanan dan ketersediaan fasilitas penunjang menjadi salah satu penyebab masih menumpuknya tenaga kesehatan di dalam kota.
Meski tenaga kesehatan secara umum dinilai cukup, Ari mengakui Kabupaten Sukamara masih kekurangan tenaga medis, terutama dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis. Kebutuhan tersebut masih menjadi tantangan di sejumlah puskesmas.
Ia menjelaskan, untuk puskesmas rawat inap idealnya membutuhkan dua dokter umum dan satu dokter gigi. Namun, hingga saat ini beberapa puskesmas masih belum memenuhi kebutuhan tersebut.
“Puskesmas Jelai dan Balai Riam masih kekurangan dokter gigi dan masih kurang satu dokter umum. Kemudian di Puskesmas Pantai Lunci juga masih membutuhkan tambahan dokter umum,” ujarnya.
Ari menegaskan, seluruh puskesmas di Kabupaten Sukamara saat ini telah memiliki tenaga medis. Namun, jumlahnya masih belum sesuai dengan kebutuhan ideal pelayanan kesehatan.
“Kalau bicara tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, dan farmasi, kita sangat cukup. Tetapi kalau tenaga medis, khususnya dokter, memang masih kurang. Semua puskesmas ada tenaga medisnya, hanya jumlahnya yang belum ideal,” pungkasnya. (enn)












