PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohanes Freddy Ering, meminta Pemerintah Provinsi setempat untuk mengoptimalkan sektor penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pungutan pajak pada sektor Bahan Bakar Minyak (BBM), Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), hingga pajak alat berat dinilai masih belum digarap maksimal.
“Kita menyadari betul belum maksimal. Jangankan pajak BBM, pajak kendaraan bermotor, PKB dan BBNKB pun masih perlu optomalisasi,” ujar Freddy, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Freddy, salah satu masalah utama dalam sektor PKB adalah masih tingginya angka wajib pajak yang menunggak pembayaran.
“Misalnya masih banyak penunggak kendaraan bermotor yang menunggak pajak itu perlu dioptimalkan,” tambahnya.
Ferddy juga menyoroti pajak alat berat. Ia mengungkapkan ada ribuan unit alat berat yang masuk ke wilayah Kalteng untuk mendukung proyek strategis nasional program Food Estate. Namun ironisnya, ribuan alat berat tersebut belum bisa terdata dengan baik oleh pemerintah daerah untuk menghasilkan PAD.
“Tapi ironisnya tidak bisa kita mendata dan tidak memberi manfaat bagi pendapatan daerah,” katanya.
Ketika ditanya mengenai kendala penagihan, Freddy menjelaskan bahwa persoalan ini tidak sepenuhnya bertumpu pada kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Kendala terbesar justru datang dari pihak perusahaan pemilik atau penyedia alat berat itu sendiri.
Banyak perusahaan yang mengadakan atau membeli alat berat dari luar daerah, seperti Jakarta. Dampaknya, proses administrasi dan pembayaran pajaknya diselesaikan di daerah asal pembelian, bukan di Kalteng.
Selain itu, sistem pengadaan yang menggunakan metode kredit atau cicilan juga turut menyulitkan proses penarikan pajak di lapangan.
“Ya tidak juga (dari Bapenda) dari perusahaan-perusahaan yang mengadakan, katakannlah sudah beli di Jakarta, pajak dibayarkan di sana, atau ada yang sistem anggaplah kredit atau cicilan. Lainnya halnya mereka beli kes, nah itu mudah untuk di eksekusi pajak itu,” pungkasnya.
(Syauqi)












