SUKAMARA – Jejak sejarah Kesultanan Kotawaringin kembali menjadi pengikat silaturahmi antara dua daerah yang memiliki hubungan erat.
Pemerintah Kabupaten Sukamara menerima kunjungan rombongan Kesultanan Kotawaringin yang dipimpin langsung oleh Pangeran Putra Mahkota Kesultanan Kotawaringin, Senin 10 Agustus 2026.
Rombongan tersebut disambut langsung Bupati Sukamara Masduki di Kantor Bupati Sukamara. Pertemuan itu menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan yang tidak hanya bersifat kelembagaan, tetapi juga menyentuh akar sejarah, adat dan budaya masyarakat Sukamara.
Bupati Sukamara Masduki menyampaikan bahwa kedatangan rombongan Kesultanan Kotawaringin merupakan sebuah kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Sukamara.
“Bagi kami Pemerintah Kabupaten Sukamara, kunjungan ini merupakan suatu kehormatan. Ini bukan hanya sekadar kunjungan silaturahmi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Sukamara memiliki hubungan sejarah yang sangat erat dengan Kesultanan Kotawaringin,” ujar Masduki.
Menurutnya, secara historis wilayah Kabupaten Sukamara pada masa lalu merupakan bagian dari Kesultanan Kotawaringin. Karena itu, hubungan antara Sukamara dan Kesultanan Kotawaringin hingga kini tetap memiliki ikatan yang kuat, khususnya dalam aspek adat, budaya maupun sejarah.
“Dulu Sukamara merupakan bagian dari Kesultanan Kotawaringin. Ikatan itu sangat erat, baik secara adat, budaya maupun sejarah. Karena itu, hubungan ini perlu terus kita rawat dan kita jaga bersama,” katanya.
Masduki menilai, silaturahmi antara pemerintah daerah dengan Kesultanan Kotawaringin menjadi langkah penting untuk memperkuat kembali jati diri masyarakat melalui pelestarian nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ia berharap hubungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi ruang bersama untuk menjaga dan mengenalkan sejarah serta kebudayaan daerah kepada generasi muda.
“Ke depan, dengan adanya silaturahmi ini, kita berharap jati diri dan persatuan masyarakat dalam adat serta budaya semakin kuat. Kebersamaan harus terus kita tingkatkan, karena sejarah dan budaya adalah bagian dari identitas kita,” tutur Masduki.
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, penguatan nilai-nilai budaya lokal menjadi penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap memahami akar sejarah daerahnya.
Silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Sukamara dan Kesultanan Kotawaringin tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan historis yang telah terjalin sejak masa lalu, sekaligus menjaga agar nilai-nilai adat dan budaya tetap hidup di tengah masyarakat. (enn)












