SAMPIT – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua Fraksi PAN DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, meminta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) memastikan pasokan air bersih, khususnya ke wilayah selatan Kotim, tidak mengalami hambatan. Menurutnya, kondisi kemarau saat ini membuat masyarakat semakin bergantung pada layanan air bersih dari PDAM.
“Dengan kondisi kemarau seperti sekarang ini, pasokan air bersih terutama ke wilayah selatan Kotim jangan sampai terhambat. Ini harus menjadi perhatian karena masyarakat sangat membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.
Dadang mengatakan, kondisi sumber air masyarakat di sejumlah wilayah juga mulai terdampak kemarau. Sumur maupun air sungai yang selama ini menjadi sumber air bagi masyarakat di sejumlah kecamatan di luar kota kini tidak lagi dapat diandalkan seperti kondisi normal.
Karena itu, menurutnya, Perumdam harus melakukan langkah antisipasi agar distribusi air tetap berjalan lancar.
Jika terjadi gangguan teknis maupun kendala lainnya, masyarakat harus segera mendapatkan informasi dan solusi agar tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Di sisi lain, Ketua Komisi III ini juga meminta Dinas Kesehatan Kotim meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak karhutla dan kabut asap.
Dinas Kesehatan dinilai perlu mengoptimalkan tenaga kesehatan hingga tingkat kecamatan, kelurahan dan desa untuk melakukan pemantauan secara langsung.
“Dinas Kesehatan juga harus aktif jemput bola. Kerahkan tenaga kesehatan yang ada di kecamatan, kelurahan maupun desa untuk memastikan kondisi masyarakat, terutama yang terdampak asap karhutla,” tegasnya.
Ia mengingatkan, paparan asap akibat karhutla berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama keluhan pada saluran pernapasan. Karena itu, pemeriksaan dan pemantauan kesehatan masyarakat perlu dilakukan secara rutin sehingga apabila ditemukan keluhan atau gejala penyakit dapat segera ditangani.
Selain persoalan gangguan pernapasan, Dadang juga meminta pemerintah memastikan air yang dikonsumsi masyarakat tetap dalam kondisi layak dan sehat. Hal ini penting karena perubahan kondisi sumber air selama musim kemarau dapat memengaruhi kualitas air yang digunakan masyarakat.
“Kita tidak hanya berbicara soal asap dan gangguan pernapasan. Kondisi air yang dikonsumsi masyarakat juga harus diperhatikan. Pastikan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dalam kondisi sehat dan aman,” katanya.
Menurut Dadang, penanganan dampak kemarau dan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan pelayanan kesehatan, tetap berjalan selama kondisi tersebut berlangsung. (Nardi)












