Tragis! Kebakaran di Mendawai , Dua Anak Balita Dilaporkan Tewas

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Lokasi kebaran di Mendawai tampak dipasangi garis polisi.

Musibah kebakaran melanda rumah sekaligus barak di Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota , Selasa, 11 Agustus 2026. tragis ini dilaporkan menewaskan dua orang anak bawah lima tahun (balita).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api mulai berkobar hebat sekitar pukul 13.40 WIB. Material bangunan yang didominasi kayu membuat api dengan sangat cepat merembet dan menghanguskan sejumlah bangunan di lokasi kejadian.

Lurah Palangka, Dawid, membenarkan adanya korban jiwa dalam musibah tersebut. Dua korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai kakak beradik berusi 4 tahun dan 2 tahun.

“Betul ada dua korban meninggal dunia,” ujar Dawid di lokasi.

Menurut keterangan Dawid, saat kebakaran terjadi, kedua korban sedang berada di dalam barak bersama ibu dan seorang adik bayi mereka yang masih menyusui. Ketika menyadari api sudah membesar, sang ibu langsung bergegas menyelamatkan anak bungsunya keluar dari rumah namun sang ibu tidak dapat menyelamatkan dua anaknya.

“Tadi disampaikannya ke saya waktu kebakaran itu mereka bertiga, ibu kemudian satu orang anak yang sedang disusui oleh ibunya, kemudian dua almarhum ini. Jadi saat kebakaran api membesar, ibunya langsung membawa anaknya yang kecil keluar dia balik, tapi api sudah membesar tidak terselamatkan lagi,” katanya.

Akibat tersebut, sang ibu juga mengalami luka bakar di bagian tangan dan saat ini telah dilarikan ke rumah sakit RSUD Doris Sylvanus untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, sang bayi berhasil selamat dan sementara dititipkan kepada tetangga sekitar.

Ayah korban yang baru tiba di lokasi saat kebakaran berlangsung sempat berupaya menerobos kobaran api demi menyelamatkan anak-anaknya. Kendati demikian, aksi nekat tersebut berhasil ditahan oleh warga setempat karena kondisi api yang sudah tidak memungkinkan untuk ditembus.

“Ayahnya masih diluar waktu itu, tetapi begitu ayahnya datang itu posisi ingin menyelamatkan anak, tetapi api sudah membesar tidak bisa lagi dan ditahan oleh masyarakat,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kelurahan masih melakukan pendataan terhadap total bangunan dan kepala keluarga (KK) yang terdampak. Data sementara menunjukkan kebakaran menghanguskan satu unit barak empat pintu yang disewa oleh keluarga korban, serta berimbas pada bangunan rumah di sisi kiri dan kanan.

“Yang pasti kita data dulu, yang pasti ada barak empat pintu, dua pintu barak di depan di belakang dua itu disewa oleh korban dan satu rumah kiri kanannya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti dari kebakaran maut tersebut.

(Syauqi)

baca juga ...  Darliansjah Tegaskan Pengawasan Ormas Merupakan Tanggung Jawab Bersama 

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!