Posyandu 6 SPM Kotim Siswa SDN Cegah Bahaya Kebakaran

NARDI/BERITASAMPIT - Kegiatan sosialisasi penanganan api di sekolah oleh Tim Posyandu 6 SPM Kotim.

SAMPIT – Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) Kabupaten Timur (Kotim) memberikan sosialisasi dan pencegahan serta penanganan bahaya kebakaran kepada siswa SD Negeri 1 Mentawa Baru Hilir, Selasa 11 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua TP Posyandu Kotim, Khairiah Halikinnor. Para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung mengenai cara melakukan pemadaman api secara tepat dan aman dilakukan oleh personil Damkar.

Anak-anak nampak antusias melihat atraksi memadamkan api dengan handuk basah, para murid dan guru juga diajak melakukan praktik langsung, dengan menutup api dengan handuk basah maka menghambat aliran oksigen ke api sehingga menjadi padam.

Khairiah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari transformasi Posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak. Posyandu telah mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Salah satunya bidang ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat yang berkaitan dengan keamanan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Hari ini adalah salah satu kegiatan Posyandu, karena Posyandu sekarang enam SPM. Ini termasuk bidang pemadam. Jadi, hari ini kami mempraktikkan cara memadamkan api,” ujarnya.

Menurutnya, tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua, khususnya mengenai langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kebakaran di rumah.

“Harapan yang pertama, mereka bisa memberitahu orang tuanya cara memadamkan api kalau terjadi di rumah. Itu yang utamanya,” katanya.

Di lingkungan sekolah, pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan antara guru dan siswa. Jika terjadi kebakaran, keduanya diharapkan mampu bekerja sama dalam melakukan penanganan awal sebelum bantuan datang.

Selain diberikan pengetahuan mengenai cara pemadaman, siswa dan guru juga diperkenalkan dengan nomor kontak petugas pemadam kebakaran. Hal ini penting agar mereka dapat segera meminta bantuan apabila kebakaran tidak memungkinkan untuk ditangani sendiri.

Khairiah juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, potensi kebakaran harus diantisipasi sejak dini, termasuk ketika masyarakat menggunakan sumber penerangan alternatif akibat pemadaman listrik.

“Karena sekarang musim kemarau, tolong berhati-hati di rumah. Kita juga sering mati lampu. Kalau menggunakan pengganti listrik, misalnya lilin, tolong diperhatikan dan dijaga sampai lilinnya padam sebelum tidur,” imbaunya.

Selain persoalan kebakaran, Khairiah mengingatkan bahwa musim kemarau juga perlu diwaspadai dari sisi . Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya sejumlah penyakit yang kerap menyerang anak-anak, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.

Sosialisasi dan praktik penanganan kebakaran telah dilakukan di sejumlah sekolah dan akan terus dilaksanakan sesuai kebutuhan, termasuk apabila terdapat permintaan dari pihak sekolah.

Transformasi Posyandu melalui enam SPM sendiri mencakup pelayanan dasar di bidang , pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Dengan cakupan tersebut, Posyandu diharapkan dapat menjadi wadah pelayanan masyarakat yang lebih luas dan tidak terbatas pada aspek saja. (Nardi)



baca juga ...  Polsek Baamang Gelar Patroli Malam Cegah Balap Liar di Terowongan Nur Mentaya
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!