PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, mengakui bahwa tingkat kemandirian fiskal pemerintah provinsi saat ini masih tergolong rendah. Kondisi ini terjadi karena struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal, sehingga daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Sudarsono menjelaskan bahwa ketergantungan yang tinggi ini merupakan dampak dari pengelolaan sektor sumber daya alam (SDA). Meski Kalteng dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, sebagian besar pundi-pundi pendapatan dari sektor tersebut langsung masuk ke kantong pemerintah pusat, bukan ke kas daerah.
“Ini yang sangat berguna kan tranfer pusat. Kita ini, tingkat kemandrian (fiskal) masih agak rendah. PAD kita rendah karena memang kita mengandalkan SDA. Banyak SDA, tapi semuanya masuk ke pusat,” ujar Sudarsono, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kondisi ini kian diperberat dengan tren penurunan dana transfer ke daerah oleh pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir. Sudarsono menyebut alokasi anggaran yang dikucurkan oleh pusat terus mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketika disinggung mengenai isu piutang atau Kurang Bayar Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat yang nilainya diperkirakan mencapai hampir Rp800 miliar, legislator Kalteng ini memberikan catatan khusus. Menurutnya, persoalan kurang bayar tersebut merupakan masalah teknis yang berbeda dari penurunan dana transfer rutin.
Sudarsono belum bisa memastikan apakah dana kurang bayar sekitar Rp800 miliar tersebut akan dicairkan oleh pemerintah pusat pada tahun anggaran ini.
Ketidakpastian ini semakin diperkuat oleh adanya aturan atau regulasi yang melarang daerah untuk memasukkan komponen dana kurang bayar yang belum terealisasi ke dalam struktur APBD murni.
“Nah itu yang kita tidak tau sampai hari ini, karena itu tidak bisa masuk dalam struktur pendapatan dan memang dilarang ada ketentuannya. Nah kalau memasukan dalam struktur pendapatan tidak boleh ya kita ragu apakah dibayarkan atau tidak,” pungkasnya.
(Syauqi)












