PALANGKA RAYA – Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah beberapa hari terakhir terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi cuaca yang mulai membaik setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah Palangka Raya membuat jarak pandang di sekitar bandara berangsur meningkat. Situasi ini membuka peluang bagi penerbangan untuk kembali beroperasi secara bertahap.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan kondisi operasional penerbangan mulai bergerak seiring membaiknya jarak pandang.
“Untuk kondisi penerbangan, saat ini sudah mulai ada pergerakan. Garuda Indonesia dijadwalkan kembali melayani penerbangan pada 29 Oktober,” ucapnya, Kamis 29 Oktober 2026.
Meski demikian, pemulihan penerbangan belum serta-merta membuat seluruh jadwal kembali normal. Maskapai masih membutuhkan penyesuaian setelah sebelumnya terjadi pembatalan dan gangguan penerbangan akibat kondisi cuaca.
“Kita tetap melihat kondisi aktual di lapangan. Karena faktor cuaca dan jarak pandang sangat menentukan keselamatan penerbangan,” tambahnya.
Membaiknya jarak pandang menjadi salah satu faktor penting bagi maskapai dalam menentukan keberangkatan maupun kedatangan pesawat.
“Sebelumnya, kabut asap akibat karhutla sempat menyebabkan sejumlah penerbangan di Bandara Tjilik Riwut mengalami pembatalan. Kondisi jarak pandang yang turun drastis membuat pesawat tidak dapat melakukan pendaratan maupun keberangkatan sesuai jadwal,” lanjutnya.
Kini, setelah hujan mulai membantu mengurangi konsentrasi asap, aktivitas di Bandara Tjilik Riwut perlahan kembali terlihat. Namun, calon penumpang tetap diminta memantau informasi terbaru dari maskapai karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
“Untuk penumpang, kami mengimbau tetap mengecek informasi dari maskapai sebelum datang ke bandara. Jadwal penerbangan masih bisa menyesuaikan dengan kondisi operasional dan cuaca,” tuturnya.
Kembalinya aktivitas penerbangan secara bertahap menjadi kabar positif bagi mobilitas masyarakat dan konektivitas Palangka Raya dengan sejumlah daerah.
“Setelah sebelumnya terganggu kabut asap, layanan transportasi udara kini mulai kembali bergerak,” ungkapnya. (yud)











