Ini Tujuan Kunker Ketua Pengadilan Tinggi ke

KUALA KURUN – Kunjungan Kerja Ketua Pengadilan Tinggi , H. Mochamad Hatta beserta rombongan ke Kabupaten disambut ritual potong pantan, Rabu (9/10/2019).

Bupati , Jaya S. Monong mengatakan, dirinya menyambut baik kunjungan kerja Ketua Pengadilan Tinggi ke . Kehadiran pelbagai unsur forum koordinasi pemerintah daerah (FKPD) dalam acara ramah tamah ini membuktikan bahwa hubungan sinergitas di daerahnha terjalin cukup kuat.

“Kami selalu berkoordinasi dengan semua unsur, baik TNI/Polri, , Kejaksaan, Peradilan hingga para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tujuannya guna mewujudkan pelayanan pemerintah yang baik,” ujarnya.

Ketua Pengadilan Tinggi , H. Mochamad Hatta menuturkan, penyambutan adat yang dilakukan oleh Pemkab cukup berkesan. Sebab dalam kunker di daerah lain, maka ritual penyambutannya juga berbeda.

“Makna ritual potong pantan itu sangat dalam sekali, mengandung banyak doa dan harapan. Semoga silaturahmi kita selalu terjaga dan berjalan dengan baik ke depan,” ujarnya.

Memang beberapa kali dijadwalkan untuk bertemu, namun baru terealisasi sekarang.
Pria kelahiran Pekalongan, 11 Mei 1959 itu menambahkan, kunker itu merupakan agenda rutin yang dilakukan di 11 kabupaten/kotabpengadilan negeri di Kalteng.

“Saya baru menjabat Januari lalu, sebelumnya bertigas di Tanjung Karang sebagai wakil ketua. Adapun tujuan utama lembaga pengadilan adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan,” jelasnya.

Sebab sebelumnya, masyarakat Kabupaten musti bolak balik berurusan ke Pengadilan Negeri Kota untuk mendapatkan layanan peradilan.

“Sekarang pengadilan umum sudah tersedia, bahkan Pengadilan Negeri Kuala Kurun yang baru lahir pada 22 Oktober 2018 lalu ini sudah mendapat akreditasi tertinggi. Saya bangga dengan prestasi ini,” ungkapnya.

baca juga ...  Bupati Launching Bantuan Pangan Non Tunai di Gunung Mas

Dirinya berpesan, semoga pencapaian tersebut menjadi pemicu bagi lembaga peradilan lainnya agar terus berbenah demi peningkatan pelayanan dan profesionalisme.

“Jangan sampai akreditasi itu malah membuat kinerjanya semakin terlena, namun terus mawas diri terhadap pelbagai kekurangan,” pungkasnya. (adn/beritasampit.co.id)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!