Warga Bandung Acung Jempol Tradisi Mandi Safar di Kotim

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Sebelum melaksanakan kegiatan Tradisi Mandui Safar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Timur (Kotim), (Kalteng) menyediakan bubur Asyura secara gratis untuk masyarakat.

“Kami menyediakan bubur Asyura di 6 panci besar dan hampir 3000 mangkok untuk masyarakat ataupun wisatawan luar daerah dan bubur ini dibuat dari pukul 09:00 WIB,” ucap Kepala Disbudpar Fajrurrahman, Rabu (23/10/2019).

Fajrurrahman mengatakan, tidak sampai setengah jam bubur Asyura yang disediakan di Ikon Jelawat tersebut tidak tersisa sama sekali, karena bubur Asyura ini hanya ada setahun sekali disediakan cukup banyak oleh panitia.

“Sebelum mulai acara masyarakat sudah banyak yang mengantri di area pembagian bubur ini dari anak-anak sampai orang dewasa mengantri,” tambahnya.

Terpisah, Nunuk salah satu wisatawan dari Kota Bandung juga ikut mengantri untuk mendapatkan bubur Asyura tersebut, menurutnya bubur ini merupakan bubur yang turun temurun, hal tersebut membuat dirinya ingin sekali merasakan bubur Asyura secara langsung dibuat di Ikon Jelawat.

“Saya mengantri dari siang tadi karena saya ingin merasakan bubur Asyura yang dibilang enak sama orang-orang dan baru pertama kali ini merasakan bubur Asyura sambil menyaksikan mandi Safar di Kabupaten Kotim, kalau bubur Asyura ini sangat enak sekali dan untuk kegiatan mandi Safar ini saya acungkan jempol, sebab acaranya ini sangat meriah sekali,”akhirnya.

(Put/Beritasampit)

baca juga ...  Gairahkan Semangat HUT RI ke-80, Karang Taruna Tanjung Jariangau Gelar Turnamen Mini Soccer Antar RT
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!