Era Industri 4.0, Pemuda Kalteng Diajak Mandiri

Editor : Maulana Kawit

PALANGKA RAYA – Era industri 4.0 yang saat ini ramai diperbincangkan, ternyata mendorong tingkat pengangguran di negara Indonesia.

Tercatat sejak Februari 2019 kemarin, menurut data dari Badan Pusat Statistik , tingkat pengangguran lulusan SMK bertambah dari 7,21 persen menjadi 8,63 persen. Sementara untuk Diploma dan Sarjana naik dari 5,87 persen menjadi 6,89 persen dan 4,31 persen menjadi 6,24 persen.

“Keadilan sosial dimulai dari ekonomi yang kuat,” terang Syafii Effendi selaku peraih 2 rekor MURI tentang trainer motivasi dengan frekuensi 120 kegiatan dalam 3 bulan di kota-kota yang berbeda saat diwawancarai langsung oleh beritasampit.co.id di Aula Universitas Muhammadiyah (UMP) pada 24 Oktober 2019.

Ia juga menegaskan bahwa pemuda harus mampu mengakselerasikan program Indonesia maju milik pemerintah saat ini dan mengubah mindsetnya menjadi pribadi yang mandiri.

“Industri di China itu gak ada lagi buruh, 1000 pekerja digantikan 100 mesin,” tambah Effendi seorang pengusaha dan entrepreneur muda yang berusia 28 tahun ini.

Pria yang dilahirkan di daerah pesisir Sumatera Utara, tepatnya di pantai cermin ini juga menyinggung pola pendidikan yang dianggap keliru.

“Kita perlu mencetak generasi yang mampu berinovasi,” tegas Effendi.

Kedatangan Effendi di Bumi Tambunan Bungai juga disambut dengan baik oleh Dewan Perwakilan Daerah Komite Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi , Rahmad Handoko.

“Selamat datang, ini era pemuda, kita buktikan bahwa kita mampu merubah Indonesia,” ujar Koko panggilan akrab Ketua DPD KNPI ini.

Sejumlah perwakilan dari mahasiswa kota pun turut mengapresiasi kegiatan Seminar Kewirausahaan yang diadakan oleh Wirausaha Muda (WIMNUS) Kalteng tersebut.

“Perubahan itu berawal dari diri sendiri, barulah tercipta pemuda tangguh dan berkarakter,” ujar Ilham Mua'mar selaku Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) saat mendampingi Effendi dalam seminar motivasi itu.

baca juga ...  DPRD Kotim Serap Aspirasi Mahasiswa dan Penghuni Asrama di Palangka Raya

“Mari kita kawal perubahan, jangan jadi korban dari perubahan,” tutup Ilham.

(Ars/beritasampit)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!