PANGKALAN BUN – Satu bulah lebih Kota Pangkalan Bun dibanjiri buah durian. Melimpahnya buah durian ini membuat harganya pun ramah dikantong, yakni Rp5000/buah, untuk ukuran kecil.
Sudarji, salah seorang penjual durian yang mangkal di Jalan Iskandar Pangkalan Bun mengatakan, sudah sebulan ini dirinya mendatangkan buah durian dari perbatasan Kalbar-Kalteng, melalui jalur Lamandau.
“Karena durian semakin melimpah ditambah musim hujan, daripada busuk akhirnya harga durian diobral. Untuk ukuran kecil harganya Rp5.000, yang agak besar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per buah. Sedangkan yang berukuran besar berkisar Rp25 ribu sampai Rp35 ribu per buah. Diprediksi seminggu atau du minggu ke depan harga durian akan naik, karena semakin jarang,“ kata Sudarji.
Pantauan Berita Sampit, dengan menggunakan mobil pikap, para penjual durian terlihat hampir di semua jalur jalan raya di Kota Pangkalan Bun. Lokasi yang paling ramai dikunjungi para pembeli di seputar Tugu Garuda (Simpang 5) arah Jalan Iskandar, Malijo dan HM Rafii sampai tembus ke halaman Taman Pangkalan Bun Park.
Namun menurut Rokayah, salah seorang pengamatan UMKM. Ia sangat menyayangkan, dalam rangka mengembangkan obyek wisata tidak ada satupun dinas terkait yang bisa mengemas atau memanfaatkan momen ‘Musim Durian', atau setiap musim durian menyiapkan lahan khusus bursa penjualan durian.
“Kalau, imbauan untuk menggali wisata baru selalu ada dari pimpinan daerah. Tapi yang dibawahnya, hanya bisa menjawab siap Pak, namun pelaksanaannya engga ada, alasannya terbentur anggaran,“ kata Rokayah.
Musim durian ternyata juga terjadi Kota Banjar dan Kota Ciamis Jawa Barat. Namun menurut warga setempat, Nurbaedah dan Lina Juwita tidak sehebat di Pangkalan Bun dan harganya pun mahal.
“Sama Mang, di Banjar dan Ciamis juga musim durian, tapi harganya sangat mahal, karena kebanyakan yang menjual dari kebun warga. Di Banjar dan Ciamis harga durian paling murah ukuran kecil sampai Rp75 ribu, sedangkan yang besar Rp150.000 per 9buah,“ kata mereka.
(man)












