PALANGKA RAYA – Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menghadiri secara virtual Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin 13 Januari 2025.
Dalam sambutannya, Tomsi Tohir mengapresiasi kontribusi Kementerian/Lembaga dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang telah menjaga stabilitas inflasi nasional.
“Selama 112 kali pertemuan sejak September 2022, inflasi Indonesia berhasil terkendali di angka 1,57 persen year-on-year (YoY) pada Desember 2024, capaian terbaik sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa pada Januari 2025, beberapa komoditas seperti cabai merah, daging ayam ras, dan minyak goreng menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi. Harga cabai merah naik 34,55 persen dibandingkan Desember 2024, sementara harga telur ayam ras naik 3,41 persen.
“Sebagian besar kenaikan ini terjadi karena komoditas tersebut berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET),” tambah Pudji.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi nasional sepanjang 2024 berada di angka 1,57 persen YoY, terendah dalam lima tahun terakhir. Di Kalteng, inflasi berada di urutan keenam terendah nasional dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 2,96 persen.
“Ini menunjukkan pengendalian inflasi di Kalteng berjalan cukup baik. Namun, tetap diperlukan langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga, terutama pada komoditas pangan,” ujar Yuas Elko, usai mengikuti Rakor tersebut.
Yuas Elko menekankan pentingnya percepatan program cetak sawah di 10 kabupaten/kota di Kalteng sebagai bagian dari program ketahanan pangan pemerintah pusat.
“Saat ini, progres cetak sawah di Kalteng sudah mencapai 97 persen. Dinas terkait diharapkan dapat menyelesaikan target ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
(Sya'ban)












