Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kotim Diundur, Dijadwalkan 3 Februari 2025 dengan Target 3.000 Anak Sekolah

NARDI/BERITA SAMPIT - Rapat koordinasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Kotim.

SAMPIT – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MGB) di (Kotim) yang semula dijadwalkan pada 20 Januari 2025, diundur hingga 3 Februari 2025.

“Penundaan ini dilakukan untuk persiapan dapur umum lebih matang sesuai arahan Badan Gizi ,” ujar Pj Sekda Kotim, Sanggul Lumban Gaol saat memimpin Rapat koordinasi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MGB), Kamis 16 Januari 2025.

Program MGB perdana di Kotim ini akan dimulai di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dengan target 3.000 porsi makanan bergizi untuk anak sekolah dan 300 porsi untuk ibu hamil, menyusui, serta balita.

MGB difokuskan di kota terlebih dahulu karena baru ada satu vendor yang siap beroperasi, yaitu di wilayah Mentawa Baru Ketapang, sementara kecamatan lain masih belum dilaksanakan.

“Sekolah-sekolah yang akan menerima masih dalam pembahasan. Kami ingin bantuan ini diberikan kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan. Untuk tahap awal, diperkirakan dengan 3000 porsi itu ada sekitar 11 sekolah yang akan menerima manfaat,” jelas Sanggul.

Sanggul juga mengajak masyarakat Kotim yang memiliki badan usaha untuk menjadi vendor penyedia makanan bergizi. “Masyarakat bisa mendaftar melalui website Badan Gizi dan ikuti petunjuknya, dan ada standar dapur yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Program ini akan bertahap berkembang seiring bertambahnya jumlah vendor. Jika tidak ada kendala, program akan dimulai pada 3 Februari 2025. Namun, apabila persiapan belum optimal, pelaksanaannya dapat diundur lagi hingga 17 Februari 2025.

“Kami minta camat dan masyarakat berkoordinasi untuk pengelolaan limbah. Jangan sampai limbah makanan atau cucian dapur dibuang ke saluran drainase, karena bisa menimbulkan bau dan masalah jangka panjang,” tegas Sanggul.

Program MGB ini dibiayai sepenuhnya oleh anggaran pusat, belum ada petunjuk teknis untuk menggunakan APBD dalam program MBG ini, begitu pula peran pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut. Namun demikian, Pemkab Kotim tetap mendukung penuh demi suksesnya program ini.

baca juga ...  Diguyur Hujan, Ruas Jalan Ini Masih Tergenang Banjir

Sementara itu Erwin Hadi Saputra, Vendor dari Yayasan Cahaya Langowan Nusantara menyampaikan dapur sudah memiliki penyaring udara sehingga tidak menimbulkan polusi.

“Begitu pula pengelolaan limbah dapur mereka memiliki tabung dengan cairan khusus menampung limbah, hingga dikeluarkan ke drainase dalam kota tidak mencemari lingkungan,” ungkapnya.

(nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!