PALANGKA RAYA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 triliun melalui Dana Desa untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, khususnya di desa–desa, sekaligus memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penyuplai bahan baku.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Kepala Dinas PMD Kalteng, Aryawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PMD kabupaten dan pendamping desa untuk memastikan BUMDes siap terlibat.
“Saat ini sudah ada dua BUMDes yang terdaftar dalam E-Katalog, yakni masing-masing satu BUMDes di Kabupaten Kapuas dan Kotawaringin Timur. Kami berharap setiap kabupaten di Kalimantan Tengah minimal memiliki satu BUMDes yang terdaftar sebagai penyuplai bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis,” ucapnya, Minggu 19 Januari 2025.
Program ini juga diharapkan mampu mendongkrak aktivitas ekonomi desa melalui optimalisasi peran BUMDes.
Dikatakan, pemerintah pusat melalui Kemendes PDT menggagas Program MBG sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, terutama anak-anak dan ibu hamil yang rentan mengalami masalah gizi.
“Dengan dana besar yang dialokasikan, program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi angka stunting,” tambahnya.
Dinas PMD Kalteng menargetkan sinergi antara pemerintah kabupaten, BUMDes, dan pendamping desa untuk mengoptimalkan implementasi program ini.
“Kami akan terus memantau dan mendampingi agar program ini berjalan sesuai harapan, terutama dalam aspek distribusi bahan baku dan kualitas makanan yang diberikan,” ungkapnya.
(yud)












