15 /Kelurahan di Kalteng Jadi Pilot Project REDD+

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Sekretaris DLH Provinsi Kalteng, Noor Halim, diwawancarai awak media usai membuka FGD Persiapan Penyusunan Safeguard REDD+ di Hotel Luwansa, , Kamis 23 Januari 2025.

– Sebanyak 15 /kelurahan di Provinsi (Kalteng) ditetapkan sebagai pilot project program REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation).

Program ini mendapat dukungan dana sebesar USD 5 juta dari pemerintah pusat, atau setara dengan Rp 80 miliar, yang akan digunakan selama tiga tahun, dari 2024 hingga 2026.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalteng, Noor Halim, menyampaikan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk mendukung berbagai program lingkungan hidup.

“Alhamdulillah, Kalteng mendapatkan kucuran dana sebesar USD 5 juta dari pemerintah pusat untuk program REDD+. Ini adalah kesempatan besar untuk kita,” katanya kepada awak media usai membuka Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Penyusunan Safeguard REDD+ di Hotel Luwansa, , Kamis 23 Januari 2025.

Halim menjelaskan, pelaksanaan program ini melibatkan beberapa SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah), termasuk Dinas Kehutanan dan bagian perencanaan.

“Peruntukan dana ini meliputi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan hutan dan lingkungan, seperti program iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, DLH bersama 15 kepala dan lurah yang terpilih telah melakukan kaji banding ke Bali pada 14-18 Januari 2025.

“Kami membawa para kepala dan lurah untuk mempelajari pengelolaan perkampungan di Bali, terutama terkait penanganan sampah dan pengembangan usaha milik . Ini akan menjadi referensi untuk diterapkan di Kalteng,” jelas Halim.

Ke-15 dan kelurahan yang menjadi kampung iklim ini meliputi Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya; Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau; dan Kelurahan Kalampangan di Kota .

lainnya adalah Pararapak dan Sanggu di Kabupaten , Bagok di , Trahean di , Bapeang di , Pandu Sanjaya di , dan Gandang Barat di .

baca juga ...  Gubernur Kalteng Dorong Pemerataan Pembangunan Lewat Dana Desa dan Pengawasan Anggaran

Selain itu, Hiyang Bana di , Sungai Pasir di , Bumi Agung di , Muara Untu di , serta Tumbang Mangkutub di juga terpilih.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan lingkungan di - tersebut sekaligus menjadi model percontohan bagi /kelurahan lain di Kalteng.

“Ke depan, - ini akan mendapatkan bantuan peralatan pengelolaan sampah dan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lainnya di Kalteng,” pungkas Halim.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!