PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, BPS Kabupaten Kotawaringin Timur, dan BPS Kabupaten Lamandau melaksanakan witnessing Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Kegiatan ini digelar di tiga wilayah, yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Lamandau, sebagai bagian dari upaya mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Kegiatan witnessing ini dihadiri langsung oleh Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, bersama Kepala BPS dari masing-masing wilayah. Kehadiran mereka bertujuan memastikan kualitas proses pendataan serta validitas data yang diperoleh dari responden yang menjadi sampel survei.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan merupakan program rutin yang bertujuan untuk mengukur pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, serta tingkat pemanfaatannya. Data yang diperoleh dari survei ini menjadi landasan penting bagi OJK dan lembaga terkait dalam menyusun strategi edukasi keuangan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Primandanu Febriyan Aziz menegaskan pentingnya pelaksanaan SNLIK sebagai instrumen evaluasi program literasi keuangan.
“Melalui SNLIK, OJK dapat mengevaluasi efektivitas program literasi dan edukasi keuangan yang selama ini dilaksanakan bersama Lembaga Jasa Keuangan. Witnessing ini tidak hanya menjaga kualitas data, tetapi juga memastikan ketepatan respon dari para responden sehingga menghasilkan data yang valid,” ucapnya, Jumat 24 Januari 2025.
Selain itu juga, dalam hal ini mengapresiasi kepada BPS Kalteng atas sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan survei ini.
“Kami berterima kasih atas kolaborasi yang baik dengan BPS, sehingga SNLIK 2025 dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang berkualitas. Sinergi ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” ungkapnya.
(yud)












