PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat program pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tahun 2025.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menegaskan pentingnya evaluasi dan optimalisasi program yang telah berjalan selama ini.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang berhasil menjaga inflasi tetap stabil sepanjang 2024.
“Inflasi tahun 2024 yang stabil adalah hasil kerja keras kita bersama. Di tahun 2025, kita harus memastikan program seperti pasar murah dan pasar penyeimbang tetap berjalan untuk menjaga kestabilan harga,” ujar Yuas Elko.
Yuas menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh pihak terkait untuk menghadapi tantangan inflasi di tahun mendatang.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Ia juga berharap program-program yang telah berjalan, seperti subsidi harga kebutuhan pokok, dapat terus diperkuat agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Penguatan program pengendalian inflasi harus tetap menjadi prioritas, terutama untuk melindungi daya beli masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Yuas menyebut perlunya inovasi dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi, termasuk memanfaatkan teknologi untuk memantau dan mengendalikan fluktuasi harga di pasar.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis Kalteng dapat menjaga stabilitas inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tahun 2025.
(Sya'ban)












