SAMPIT – Kasus penganiayaan terhadap Jaka asal Desa Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang jenazahnya ditemukan tergeletak disamping rumah seorang warga di Desa Bajarum perlahan mulai diungkap oleh pihak keluarganya.
Salah satu dari keluarga korban inisial Sh mengungkapkan bahwa sebelum penganiayaan itu terjadi ada penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah orang tak dikenal ke kediaman korban.
“Beberapa hari sebelumnya kami mendapatkan informasi rumah korban ada penyerangan dari sejumlah orang yang tak dikenal, yang menimbulkan pertanyaan bagi keluarga,” ungkapnya, Kamis 30 Januari 2025.
Apakah kata dia penyerangan itu ada kaitannya dengan kematian korban yang ditemukan secara tragis tersebut.
Kemudian lanjut dia, akibat dari kejadian tersebut membuat orang tua korban memutuskan untuk pindah tempat tinggalnya.
“Saat itu orang tua korban memutuskan untuk pindah tempat tinggal dengan membongkar rumah tempat tinggalnya,” terangnya Sh, Kamis 30 Januari 2025.
Kemudian Sh juga mengatakan bahwa setelah dilakukan pembongkaran rumah milik orang tua korban, tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk membawa barang-barang tersebut dengan maksud untuk berpindah ke tempat yang lebih aman.
“Beberapa hari setelah dilakukan pembongkaran rumah tersebut terjadilah peristiwa penganiayaan terhadap korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.
Jadi, isu yang beredar bahwa keluarga korban telah membongkar rumah dirinya membenarkan adanya kejadian tersebut tetapi dengan dasar tindakan penyerangan yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal sebelumnya.
“Keputusan untuk pindah oleh orang tua korban bukan tanpa alasan melainkan sudah merasa tidak nyaman lagi,” jelasnya.
Pihak keluarga berharap ada kejelasan atas kasus ini, sehingga pelaku berhasil diungkap oleh pihak kepolisian agar ada keadilan untuk korban.
Seperti diketahui korban ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa di Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi pada Sabtu 18 Januari 2025 lalu dengan sejumlah luka akibat penganiayaan yang dialaminya dan dalam kondisi mengenaskan.
(Sattar)












