SAMPIT – Anggota Fraksi PAN DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Mashami mengatakan bahwa rencana pembangunan jalan tembus dari Cempaka Mulia Kecamatan Cempaga menuju Kampung Melayu, Kabupaten Katingan sangat penting untuk membuka keterisolasian wilayah seberang Sungai Mentaya, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Pulau Hanaut.
“Fraksi PAN menilai proyek ini sebagai langkah strategis dalam membuka akses baru bagi masyarakat, yang mana saat ini hanya diakses dengan menyebrang sungai dengan kelotok atau perahu saja,” kata Eddy, Selasa 4 Februari 2025.
Ia menyebutkan jalan tersebut sudah lama diusulkan, tetapi selalu terkendala ketersediaan anggaran.
Dengan adanya rencana penganggaran sekitar Rp40 miliar pada 2025 dari Dinas Perencanaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah harapan masyarakat untuk memiliki akses lebih baik akhirnya bisa terwujud.
Pernyataan ini juga merespons dan menyambut baik keterangan Abdul Hafid, Anggota Fraksi PAN DPRD Kalteng yang mewakili Daerah Pemilihan 2 (Kotim-Seruyan) duduk di Komisi IV terkait kepastian anggaran untuk pembangunan jalan tersebut.
Menurut Eddy pembangunan jalan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan potensi wisata di Pantai Satiruk serta Pantai Cemeti.
Karena akses yang sulit sehingga masyarakat masih jarang berkunjung ke pantai ini, padahal pantai ini juga sangat indah.
“Semoga tahun 2025 menjadi tahun keberuntungan bagi masyarakat Pulau Hanaut, sehingga proyek ini benar-benar terealisasi dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(nardi)












