PALANGKA RAYA – Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat inflasi tertinggi di provinsi itu pada Januari 2025 dengan angka 0,97 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,81.
Salah satu faktor yang diduga menjadi pemicu utama adalah meningkatnya permintaan bahan pokok menjelang Haul Guru Sekumpul di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalteng, Sri Widanarni, mengatakan bahwa posisi Kapuas yang berbatasan langsung dengan Kalsel membuat arus distribusi barang dan kebutuhan masyarakat melonjak tajam menjelang acara keagamaan tersebut.
“Kapuas berbatasan langsung dengan Kalsel, sehingga kebutuhan bahan pokok seperti cabai merah, cabai rawit, dan ayam ras meningkat, menyebabkan lonjakan harga,” jelas Sri di Palangka Raya, Selasa 4 Februari 2025.
Sementara Kapuas mengalami kenaikan harga, mayoritas kabupaten/kota di Kalteng justru mengalami deflasi.
Secara keseluruhan, inflasi year-on-year (y-on-y) di Kalteng tercatat 0,28 persen, menjadikannya salah satu dari 15 provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia.
Meskipun inflasi di Kapuas masih dalam kategori wajar, pemerintah daerah tetap mewaspadai potensi lonjakan harga lebih lanjut, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasanya memicu peningkatan kebutuhan bahan pokok.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kalteng akan menggelar pasar murah dan operasi pasar guna memastikan harga tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat.
(Sya'ban)












