Transisi Energi Menuju Keberlanjutan Adalah Sebuah Keniscayaan

Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin.

JAKARTA– Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin mengingatkan bahwa transisi energi menuju keberlanjutan adalah sebuah keniscayaan bagi Indonesia, terutama di tengah isu perubahan iklim global yang semakin mendesak.

Artinya, Anggota Komisi yang membidangi sektor energi DPR ini bilang penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sangat penting sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi emisi karbon.

“Sekaligus menjadi solusi dalam mencegah efek terburuk dari kenaikan suhu,” tutur Mukhtarudin, Selasa 4 Februari 2025.

Jadi, politisi Dapil Kalteng ini menekankan pentingnya transisi keberlanjutan guna memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang.

Apalagi, Mukhtarudin mengatakan berdasarkan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 tersebut fokus pada energi baru terbarukan.

Dalam RUPTL tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas tenaga listrik sebesar 71 gigawatt (GW) dengan 70%-nya merupakan energi baru terbarukan (EBT).

“Saya kira kapasitas EBT dalam RUPTL ini saya kira sejalan dengan upaya mempercepat transisi energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen di Prabowo Subianto,” imbuh Mukhtarudin.

Untuk itu, Mukhtarudin berharap semua pemangku kepentingan mendukung upaya pemerintah beralih dari penggunaan energi fosil ke energi terbarukan (EBT) saat ini.

Mengingat, lanjut Mukhtarudin, transisi energi penting dilakukan selain mengatasi perubahan iklim, meningkatkan ketahanan energi, menciptakan lapangan kerja.

“Juga dapat meningkatkan kualitas udara, dan membangun masa depan generasi bangsa yang berkelanjutan,” pungkas Mukhtarudin.

(adista)

baca juga ...  Hadir di Istana, Menteri P2MI Mukhtarudin Dukung Penuh Peta Jalan Kerja Sama 2026-2030 RI-Belarus
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!