SAMPIT – Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) terpilih Halikinnor dan Irawati (Harati) menegaskan komitmennya di periode kedua untuk menjalankan visi, misi, serta program kerja yang telah disampaikan kepada masyarakat selama kampanye.
Ia juga menekankan pentingnya menyerap aspirasi rakyat dalam perumusan kebijakan.
“Kami berkomitmen untuk melaksanakan dan melanjutkan visi, misi, dan program kerja yang telah kami sampaikan kepada masyarakat,” ujar Halikinnor, Jumat 7 Februari 2025.
Menurutnya, setiap aspirasi yang telah dihimpun selama proses pemilihan akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Kami juga akan senantiasa membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan semua elemen masyarakat, karena membangun Kotim bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh partai politik pengusung, tim pemenangan, serta masyarakat Kotim yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pasangan Harati untuk kembali memimpin daerah ini.
Kontestasi pemilihan adalah bagian dari proses demokrasi, dimana setiap calon memiliki gagasan dan visi terbaik untuk Kotim.
Oleh karena itu, dirinya mengajak semua pihak, termasuk seluruh kandidat dan tim pendukungnya, untuk bersama-sama bersatu membangun daerah Kotim.
Halikinnor menegaskan bahwa saat ini bukan lagi waktunya untuk perbedaan politik, melainkan saatnya bersatu dalam harmoni guna mewujudkan Kotim yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Adapun 10 program unggulan Harati yang disampaikan saat masa kampanye, yaitu;
- Pembangunan Jalan Antar Desa Terisolasi dan Perkotaan: Mempermudah akses dan menghubungkan wilayah terpencil dengan pusat kota.
- Penuntasan Pembangunan Jaringan Listrik dan Internet di Seluruh Desa: Menggunakan VSAT dan Starlink untuk menjangkau wilayah terpencil dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Perluasan Jangkauan Program Berobat Gratis: Alokasi anggaran sebesar Rp61 miliar per tahun untuk menjamin kesehatan masyarakat.
- Bantuan BPJS TK untuk Pekerja Non-Penerima Upah: Alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar per tahun untuk menjamin kesejahteraan pekerja lepas harian.
- Bantuan Pendidikan: Peningkatan Beasiswa Gerbang Mentaya sebesar Rp2 Miliar per tahun, Beasiswa Santri ke Timur Tengah sebesar Rp1 miliar, Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis.
- Sampit Youth Creative Center: Menciptakan 1.000 pengusaha muda baru, Menyerap 1.000 anak muda Kotim sebagai pekerja, Pengembangan Sanggar Budaya Tradisional Dayak.
- Bantuan Modal Usaha untuk UMKM: Rp3 juta untuk 1.000 UMKM pemula.
- Pengadaan Mobil Pemadam: Untuk kecamatan padat penduduk dan berpotensi bencana kebakaran.
- Bantuan Insentif untuk Pemuka Agama: Untuk 2.000 pemuka agama dari semua agama.
- Peningkatan Pelayanan Administrasi Kependudukan: Memudahkan akses dan meningkatkan kualitas pelayanan.
(nardi)












