SAMPIT – SMPN 1 Mentaya Hilir Selatan terus menjaga tradisi pembelajaran berbasis religi melalui program “Jam ke Nol”, yang telah diterapkan sejak 2012. Program ini dijalankan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, bertujuan untuk memperkuat karakter siswa dan mencegah degradasi moral.
Kepala Sekolah SMPN 1 MHS, Hamdin, mengungkapkan bahwa program ini telah berlangsung selama 12 tahun dan tetap konsisten hingga kini.
“Ide ini sudah ada sejak lama, hingga akhirnya kami menerapkannya secara resmi pada 2012. Hingga kini, kami terus menjalankannya karena kami yakin ini berdampak positif bagi siswa,” ujarnya, Selasa, 11 Februari 2025.
Melalui program ini, sekolah berupaya membentuk karakter generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan kehidupan dengan nilai-nilai moral yang kuat.
“Dengan adanya metode ini setidaknya menjadi solusi bagi generasi muda untuk membentuk karakter juga,” jelasnya.
Menurut Hamdin, metode pembelajaran seperti ini sudah cukup banyak yang menerapkan di berbagai sekolah terutama dalam konsep pembentukan karakter anak.
“Sudah banyak sekolah yang mengikuti metode pembelajaran seperti yang kami lakukan, dengan alasan cukup efektif dalam mengatasi degradasi moral terhadap siswa,” ujarnya.
Dengan adanya metode ini, dirinya merasa sangat bangga. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga dapat menjadi pelopor bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi inovasi serupa.
“Saya cukup bangga metode ini bisa mengedukasi sekolah yang lain dalam mengatasi persoalan degradasi moral terhadap siswa,” pungkasnya.
(Sattar)












