SAMPIT – SMA Negeri 1 Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2024 berkat berbagai program kepedulian lingkungan yang telah dijalankan.
Kepala SMA Negeri 1 Cempaga, Muhamad Toyeb mengatakan bahwa program Adiwiyata di sekolahnya menitikberatkan pada pembentukan karakter siswa agar peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengangkat siswa sebagai duta Adiwiyata. Para duta ini bertugas untuk mengajak rekan-rekannya dalam menjaga kebersihan sekolah serta menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan hidup.
“Program Adiwiyata di sekolah kami tidak hanya sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga mengedukasi siswa mengenai tiga isu krisis lingkungan, yaitu perubahan iklim, kepunahan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga isu ini saling berkaitan dan memerlukan kepedulian bersama,” ujarnya, Kamis 13 Februari 2025.
Dikatakan, bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global menjadi ancaman bagi kehidupan di bumi. Aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, menyebabkan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan laut. Oleh karena itu, kesadaran siswa terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan.
Keberhasilan program Adiwiyata di SMA Negeri 1 Cempaga juga mendapat dukungan dari komite sekolah dan wali murid serta pemerintah. Mereka ikut berperan dalam pendanaan serta mengintegrasikan program lingkungan ke dalam kegiatan sekolah.
Pemerintah Kabupaten Kotim pun turut serta dalam pembinaan agar sekolah semakin berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2024 ini menjadi bukti bahwa SMA Negeri 1 Cempaga telah berhasil menjalankan program berbasis lingkungan secara berkelanjutan. Ke depan, sekolah ini berkomitmen untuk terus memperkuat peran siswa dalam menjaga kelestarian alam.
(nardi)












