AMPIT – Upaya pencarian terhadap dua bocah bersaudara yang diduga tenggelam di Sungai Mentaya, Kecamatan Kuala Kuayan, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.
Keduanya, Jh (12) dan Rk (9), dilaporkan hilang saat bermain di sungai pada Rabu, 12 Februari 2025, sekitar pukul 16.10 WIB. Sejak saat itu, warga bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kotim, Tim SAR Pos Sampit, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Muspika Kecamatan terus berusaha mencari keberadaan mereka.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam K. Anwar, mengungkapkan bahwa pencarian masih berlangsung hingga Kamis 13 Februari 2024 pukul 11.59 WIB. Laporan awal diterima pada pukul 18.31 WIB dari Babinsa Kuala Kuayan, yang kemudian diteruskan dengan koordinasi bersama Camat Mentaya Hulu dan Pos SAR Sampit untuk mengoptimalkan upaya pencarian.
Selanjutnya pukul 20.11 WIB Tim Pos SAR Sampit berangkat menuju lokasi, sedangkan pada hari ini 13 Februari 2025 sekitar pukul 01.39 WIB Tim TRC BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur berangkat dari Sampit menuju lokasi kejadian sebanyak tiga personel.
Tim BPBD dan SAR Sampit tiba di Kuala Kuayan, bertemu dengan Camat Mentaya Hulu dan Sukarelawan BPBD Kotim, pihaknya mulai melakukan assesment lokasi dan koordinasi lapangan.
“Saat itu korban bersama teman-temannya mandi di pinggir sungai Mentaya, korban terlalu jauh berenang ke arah tengah yang kedalamannya kurang lebih empat meter namun salah satu korban berusaha untuk membantu, tapi ke duanya terbawa arus sungai dan tenggelam,” kata Multazam.
Sementara itu Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana melalui pelaksana harian Maulana Abdillah langsung memberangkatkan satu tim dari Pos Pencarian dan Pertolongan Sampit untuk melakukan pencarian terhadap korban.
“Setelah berkoordinasi dengan Instansi terkait, kami segera berangkatkan satu tim untuk melaksanakan pencarian orang tenggelam di Sungai Mentaya,” ungkap Maulana.
Khairil selaku Koordinator Lapangan Basarnas mengatakan pencarian masih difokuskan di search area yang sudah ditentukan.
“Kami masih mengupayakan pencarian dan selalu berharap Tim SAR Gabungan dapat segera menemukan korban,” tutup Khairil.
Hingga berita ini diterbitkan korban masih belum ditemukan dan tim gabungan bersama warga dan keluarga korban masih melakukan pencarian.
(Jimmy)












